8 Orang Tewas Tertembak Saat Aksi 21-22 Mei, Diduga Bukan Dilakukan Polisi


“Saya rasa dalam aspek tertentu, saya katakan bahwa peristiwa kemarin suatu peristiwa yang gagal,” katanya.Makar tersebut gagal karena tidak banyak massa yang ingin melakukan hal tersebut. Tidak seperti di era Orde Baru. Masyarakat setuju untuk mengganti pemerintahan.“Ya, suatu upaya yang gagal karena membaca kondisi objektif tidak utuh, ada satu syarat yang nggak terpenuhi, yakni krisis ekonomi,” tegasnya.Saat ini menurutnya, kondisi masyarakat berbeda dari saat 1998. Karena saat ini masyarakat sulit terprovokasi. Sehingga dugaan aksi makar ini memang tidak berhasil.“Sebenarnya proses amuk itu menurut saya gagal karena lintasnya (krisis ekonomi), ekonomi Indonesia stabil, sehingga upaya mancing massa nggak dapat. Masyarakat juga nggak mau terpancing, beda dari 1998,” pungkasnya.Sekadar informasi, ‎dalam rangkaian aksi 21-22 Mei 2019 di Gedung Bawaslu, Jakarta, yang berujung pada kericuhan di beberapa tempat, tercatat delapan orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka.Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga telah memerintahakan untuk melakukan investigasi dari meninggalnya kedelapan orang itu.“Kapolri sudah bentuk tim investigasi dipimpin Inspektorat Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Moechgiyarto untuk mengetahui penyebab dan semua aspek,” ujar Iqbal. (jpc)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...