Banyak Manuskrip Sejarah Sepak Bola Terbawa ke Belanda


SEJARAH Panjang sepak bola Sulsel akan terkuak jika saja saat masa transisi antara penjajahan Belanda dan Jepang, ada manuskrip yang tersimpan. Sayang, banyak sekali dokumen penting yang terbawa ke Negeri Kincir Angin itu.

Laporan: EDWARD ADE SAPUTRA

SALAH satu catatan penting adalah ditemukannya potongan tulisan yang dimuat dalam sebuah lembaran-lembaran berita sekira 1930-an. Catatan ini menyebut ada nama Sangkala dan Sagi yang dikenal sebagai pesepakbola paling menakutkan di Tanah Sulawesi.Catatan tersebut juga sempat dimuat dalam media nasional sekira tahun 1992. Dua nama ini disebutkan sebagai pemain asli Sulsel yang sangat berpengaruh. Meski, secara gamblang tidak disebutkan lebih jauh karena sebagian besar domumennya terbawa ke Belanda.Namun, Sangkala dan Sagi disebutkan adalah pesepakbola yang tidak hanya disegani di Indonesia, namun ternyata menjadi tumpuan pemerintah Hindia Belanda. Memang sangat menarik mengungkap siapa dua orang ini. Namun, begitulah adanya. Saat Belanda angkat kaki dari Bumi Pertiwi setelah masuknya Jepang, maka tak ada yang disisakan.Jurnalis senior yang juga penulis buku PSM, Dahlan Abubakar mengatakan, sangat sulit menemukan catatan asli dari kiprah sepak bola Sulsel di era sebelum kemerdekaan. Meski, sebagiannya masih bisa didapatkan yang memberi arah, jika ada pengaruh besar penggedor di lapangan hijau dari Tanah Bugis-Makassar.”Ada catatan yang hilang pada tahun 30-an hingga 50-an. Semua data hanya diperoleh dari cerita pelaku atau keluarga pemain saja, tidak ada manuskrip yang nyata,” ungkap.

Komentar

Loading...