Banyak Manuskrip Sejarah Sepak Bola Terbawa ke Belanda

Kamis, 30 Mei 2019 13:22

Dahlan menyebutkan, ada beberapa daerah yang punya sejarah panjang mencetak pemain sejak lama di Sulsel. Daerah ini menyokong kiblat sepak bola Sulsel yakni PSM Makassar kala itu. Setidaknya, dokumen yang ditemukan sejak 1950-an. Daerah tersebut, seperti Pare-pare (Persipare), Bone (Peribone), Maros (Persimaros), Gowa (Persigowa), Luwu (Persiluwu), dan Pangkep (Persipangkep).”Hampir semua daerah di Sulsel masa itu banyak memiliki pemain hebat. Hal tersebut dikarenakan banyak kompetisi yang diselenggarakan sehingga, para pencari bakat gampang mencari talenta yang bagus,” kata Dahlan di Fakultas Sastra UMI, Jumat 8 Februari.Ya, mendengar sepak bola Sulsel, yang terngiang di kepala adalah PSM dan Ramang. Dua ikon sepak bola Sulsel ini sudah mengukir sejarah sepak bola di Indonesia. Meski persepak bolaan Sulsel juga banyak membuahkan pemain nasional seperti Rasyid Dahlan, dan Ronny Pattinasarany.Benarlah, sepak bola Sulsel pada tahun 50 sangat ditakuti di Indonesia. Sulsel pada saat itu adalah kiblat utama sepak bola di Indonesia Timur. Hampir semua pemain sepak bola bermimpi bermain di Sulsel.

Kilas Balik Sepak Bola Sulsel, Kontribusi Etnis Tionghoa Sejak Era PerserikatanSepak bola

Itu sebabnya, kata Dahlan persepakbolaan Sulsel sempat mengalami masa keemasan pada tahun 50-an hingga awal tahun 2000. Namun setelah itu mengalami perlambatan. Hal tersebut dikarena kurangnya kompetisi yang berjalan.Akibatnya, regenerasi tidak berjalan dengan lancar. Belum lagi banyak pemain asing yang menjadi skuad di pelbagai tim yang membuat talenta lokal terpinggirkan.

Komentar


VIDEO TERKINI