Bocah SD Tewas Tenggelam di Kolam Tambang, Korbannya Bertambah 34 Orang


FAJAR.CO.ID,KALTIM–Bulan Ramadan, kecelakaan anak tenggelam di kolam tambang kembali terjadi. Kali ini, seorang bocah siswi kelas IV SD Natasya Aprilia Dewi meninggal dunia usai sahur.Dewi sempat diselamatkan warga usai terjatuh di kolam tambang. Namun, nyawanya tak tertolong ketika sampai di rumah sakit.Kapolsek Palaran Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo mengatakan korban bermain di pinggir kolam bekas tambang batubara, di sekitar rumahnya di Jalan Kebon Agung, Simpang Pasir, Palaran. “Warga sempat menolong korban ketika ada teriakan minta tolong. Namun, korban tak bisa diselamatkan nyawanya dan meninggal dunia,” jelas Sigit.Dikatakan Sigit, lokasi kolam tambang tewasnya Dewi sudah lama hendak ditutup warga. Tetapi rencana penutupan kolam tersebut tak pernah terealisasi hingga menelan korban jiwa.Saat ini, tim Polsek Palaran koordinasi dengan Polresta Samarinda untuk mengusut kasus ini. “Kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.Berdasarkan catatan Jaringan Advokasi Tambang Kaltim, sudah ada 34 anak meninggal dunia di kolam tambang. Sebelumnya, korban ke 33 terjadi April 2019 lalu, di Muara Kaman, Kutai Kartanegara atas nama Rizki Nur Aulia (14), Siswi kelas 2 SMP.Pengawasan lubang tambang oleh Pemerintah Provinsi Kaltim, kembali dipertanyakan. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mencatat selama Isran Noor menjabat Gubernur dan Hadi Mulyadi sebagai Wakil Gubernur, sudah ada 4 anak tewas.”Ini (33 anak tewas) masalah yang pelik. Pemerintah ada agenda pengawasan (kolam tambang), tapi sebenarnya tidak ada. Gubernur baru beberapa bulan berkuasa, sudah empat anak tewas di kolam tambang,” jelas Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, Jumat (26/4/2019) lalu.

Komentar

Loading...