Dugaan Kecurangan Pemilu, Bawaslu: Pelapor dan Terlapor Siapkan Bukti

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Bawaslu kembali menyidangkan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu kemarin (29/5). Dalam sidang putusan pendahuluan yang berlangsung di Gedung Bawaslu, ada tujuh perkara yang dinyatakan bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. Sementara dua perkara dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sehingga tidak bisa dilanjutkan.

”Menetapkan, satu, menyatakan laporan diterima. Dua, menyatakan laporan akan ditindaklanjuti dengan sidang pemeriksaan,” ucap ketua Bawaslu sekaligus Ketua Majelis Pemeriksa, Abhan dalam putusannya.

Dengan demikian, ketujuh laporan yang diterima dijadwalkan sidang lanjutan dengan agenda pembacaan laporan serta pemeriksaan bukti-bukti.

15 Nama Pati TNI AL yang Dimutasi dan Promosi Jabatan

Laporan-laporan yang diterima berasal dari Bangkalan, Manado, Jawa Tengah, Klaten, Sampang-Pamekasan, serta beberapa kabupaten di Maluku Utara. Sementara yang dinyatakan tidak dapat dilanjutkan pada pemeriksaan adalah perkara dugaan pelanggaran administrasi di Kabupaten Lombok Tengah dan Provinsi Papua.

Abhan mengingatkan para pihak yang permohonannya dilanjutkan untuk menyiapkan alat-alat bukti yang lengkap. Dalam waktu dekat ada sidang pemeriksaan lanjutan. ”Untuk itu, terlapor dan pelapor bisa hadir pada sidang tersebut dengan agenda pembacaan pokok-pokok laporan dan jawaban dari para terlapor sekaligus membawa alat bukti,” jelasnya.

Ini Cara KPU Balas Tudingan Pemilu Curang oleh Tim Prabowo-Sandi

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin menjelaskan, pihaknya masih akan terus memproses setiap laporan dugaan pelanggaran administratif yang masuk. Pelanggaran tersebut umumnya terkait dengan kesalahan-kesalahan yang dituding dilakukan penyelenggara pemilu, khususnya dalam proses rekapitulasi suara sehingga mengakibatkan pihak pelapor dirugikan.

Para pelapor bisa membawa bukti-bukti yang menyatakan bahwa memang ada pelanggaran. Misalnya, dugaan manipulasi formulir C atau DA yang baru ketahuan di level yang jauh di atasnya. ”Nanti bisa cocok-cocokan,” terangnya. Sebab, di setiap level rekapitulasi, pencocokan hanya dilakukan sampai pada satu level di bawahnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah

Comment

Loading...