Kilas Balik Sepak Bola Sulsel, Kontribusi Etnis Tionghoa Sejak Era PerserikatanSepak bola


Sulsel, sejak awal tidak bisa dilepaskan dari kehadiran pemain-pemain keturunan. Khususnya PSM Makassar yang banyak dihuni pemain keturunan Tionghoa.

Laporan: Abadi Tamrin

JEJAK kehadirannya tertera dalam perjalanan sepak bola Sulsel. Sebab, mereka menjadi bagian penting sepak bola Sulsel saat PSM menjuarai kompetisi Piala PSSI di era perserikatan 1965. Bahkan, PSM punya klub binaan khusus bernama Cunghua yang diisi pemain-pemain keturunan.Sebutlah, salah satunya, Keng Wie alias Budi Wijaya yang pernah eksis bersama PSM era 1963 hingga 1974. Banyak foto hitam putih yang diperlihatkan sebagai bukti prestasinya kala itu.Foto-foto dibingkai rapi hingga ada yang di album. Tetap terawat meski tampaknya tidak sejernih foto warna-warni seperti era milenial saat ini.Dengan bangga Keng Wie memperlihatkan sederet fotonya. Saat album dibuka langsung memperlihatkan Keng Wie mengangkat trofi Piala PSSI tahun 1965. Ini tentu saja, mengingatkannya saat dia menjadi bagian klub kebanggan masyarakat Sulsel ini.”Saya simpan baik-baik ini. Beruntung sekali saya masih punya foto ini,” katanya terharu.Sang “Benteng Putih”, ya seperti itu julukan Keng Wie saat masih aktif bermain. Alasannya, tak lepas dari perannya yang sebagai bek tengah dan slogan putih ditujukan karena dia adalah pemain paling putih di tim saat legenda Ramang masih bermain.”Saya tujuh tahun setim dengan Ramang,” ucapnya sembari membuka lembaran foto lain di albumnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar