Mudik, Tips Agar Terhindar dari Mabuk di Perjalanan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Seminggu sebelum Lebaran, sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai mempersiapkan mudik ke kampung halaman. Ada yang lewat jalan darat, ada pula yang memilih dengan kapal laut atau pesawat terbang. Namun, apa pun jenis transportasi pilihan Anda, mabuk perjalanan saat mudik tetap bisa menyerang.

Dikutip dari klikdokter.com, beberapa hal berikut dapat Anda lakukan untuk mengatasi kondisi yang mengganggu tersebut.

Mabuk perjalanan atau motion sickness disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem keseimbangan, visual, dan sensorik tubuh kita. Menurut dr. Atika dari KlikDokter, ada tiga pengatur sistem keseimbangan manusia, yakni sistem vestibular yang terletak di organ telinga, sistem penglihatan pada organ mata, dan sistem perabaan serta otot (somatosensorik).

“Ketiga sistem ini saling memberikan masukan pada tubuh untuk memberikan informasi seputar status keseimbangan tubuh Anda. Ketika stimulus dari ketiganya tidak sesuai, maka Anda akan mengalami mabuk perjalanan,” ujar dr. Atika.

Mabuk perjalanan bisa terjadi secara perlahan-lahan, dan tidak selalu tiba-tiba datang. Bentuknya pun bisa beragam, yaitu pusing, mual, bahkan hingga muntah. Biasanya, setelah turun dari kendaraan, mabuk dan rasa mual segera reda dengan sendirinya.

Kondisi mabuk perjalanan yang biasa dialami saat mudik bisa dikelola dengan cara-cara berikut, seperti dilansir dari the Guardian.

Hindari pemicunya

Salah satu cara untuk mencegah mabuk perjalanan adalah menghindari pemicunya. Misalnya, jangan bepergian dengan pesawat kecil, karena cenderung memicu mabuk dibandingkan pesawat besar. Jika Anda berada di atas kapal, pilih posisi di tengah. Posisi tengah cenderung minim guncangan dibanding di sisi samping, depan, atau belakang.

Bila Anda mudik dengan mobil, tempat terburuk untuk duduk adalah di kursi belakang. Selain karena guncangan lebih terasa, Anda juga akan lebih sulit untuk melihat keluar jendela.

Anda bisa memandang langit

Salah satu teori penyebab mabuk perjalanan adalah teori konflik sensorik, yaitu adanya ketidakcocokan antara apa yang dilihat mata Anda dengan informasi tentang gerakan yang dideteksi oleh telinga bagian dalam.

“Untuk meringankan ‘ketidakcocokan’ itu, arahkan pandangan ke cakrawala atau langit. Itu sangat membantu,” kata John Golding, profesor psikologi terapan di University of Westminster.

Jangan membaca atau melihat telepon genggam Anda. Lebih baik, Anda mendengarkan musik. ”Selain itu, hindari nikotin karena cenderung membuat mabuk perjalanan menjadi lebih buruk. Makan dalam jumlah banyak dan minum alkohol sebelum bepergian juga tidak disarankan,” kata Golding.

Atur napas

“Pernapasan yang terkendali memiliki efek setengah dari obat,” kata Golding. Dengan pengaturan napas yang baik, akan mematikan dorongan untuk muntah.

“Jika Anda berkonsentrasi pada pengaturan pernapasan Anda, itu bisa menghambat muntah. Berlatihlah menjaga pernapasan yang teratur dan konsisten,” Golding menambahkan.

Mengonsumsi obat

Anda dapat mengonsumsi obat antimabuk yang dijual bebas di apotek (umumnya dikonsumsi 30-60 menit sebelum keberangkatan). “Jangan lupa perhatikan efek samping yang dapat terjadi. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obat bebas ini.

Mengonsumsi permen atau ekstrak jahe juga dapat mengurangi mabuk darat, meski penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan. (klikdokter)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...