Muhammadiyah Minta JK Jembatani Pertemuan Jokowi-Prabowo

Kamis, 30 Mei 2019 - 13:35 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto sampai sekarang masih sebatas wacana. Dibutuhkan seorang tokoh yang bisa menjembatani kedua pihak. PP Muhammadiyah mengusulkan, Wapres RI, Jusuf Kalla (JK) menjadi mediator untuk mempertemukan dua capres itu.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan, sosok JK sangat penting dalam menjembatani pertemuan. Sebab, politikus yang juga pengusaha itu merupakan tokoh yang relatif bisa diterima kedua paslon. Selain itu, kata dia, JK tidak punya kepentingan politik pada masa mendatang. Dia tidak mencalonkan diri sebagai capres maupun cawapres.

Politikus PKB: Fadli Zon Tak Usah Banyak Omong

Perlu dicarikan format agar pertemuan tersebut dilaksanakan secara alamiah. ”Perlu disepakati agar tidak ada yang dipermalukan,” terang Mu’ti di kantor PP Muhammadiyah kemarin (29/5).

Terkait istilah rekonsiliasi yang ada sebagian yang menolak, Mu’ti mengatakan bahwa pertemuan itu bisa dibungkus agenda silaturahmi. Kapan pertemuan itu dilakukan? Ada yang mengusulkan sebelum atau setelah Idulfitri. ”Menurut saya lebih cepat, lebih baik,” kata dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Menurut dia, pertemuan Jokowi dan Prabowo sangat penting. Silaturahmi kedua tokoh akan memengaruhi psikologi massa, khususnya pendukung kedua paslon. Pertemuan diharapkan akan meredam ketegangan di masyarakat.

Jokowi-Prabowo Segera Bertemu, Ini Tanda-tandanya menurut Moeldoko

Mu’ti meyakini pertemuan itu akan menenangkan rakyat. Apalagi sampai ada kesepakatan politik atau mungkin tausiah politik bersama yang disampaikan kedua pihak. Pertemuan tersebut juga diharapkan bisa memperbaiki kondisi kebangsaan karena gesekan setelah Pemilu 2019. ”Diakui atau tidak, gesekan itu cukup panas,” tuturnya.

Menurut dia, silaturahmi kedua tokoh akan menjadi solusi untuk bangsa guna merajut kembali kebersamaan, persatuan, dan melihat Indonesia sebagai kepentingan bersama.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan, Jokowi selama ini terbuka untuk berdialog dengan Prabowo. Namun, terkait pertemuannya, Hasto meminta masyarakat menunggu waktu yang tepat. ”Kami meyakini Pak Jokowi sangat terbuka, beliau (Jokowi) menyatakan dialog itu penting. Pertemuan itu juga penting. Tetapi, dalam momentum yang tepat pertemuan itu akan terjadi,” katanya.

Kemenag Sidang Isbat 3 Juni, Undang Dubes Negara Sahabat

Politikus kelahiran Jogjakarta tersebut menambahkan, masyarakat harus mengedepankan pesan-pesan perdamaian dibandingkan dengan pertentangan pascapilpres. Sebab, sejatinya pemilu adalah sebuah alat untuk mencari pemimpin. Hasto mengajak semua elemen bangsa untuk menjunjung semangat perdamaian dan rekonsiliasi. Dia juga tidak ingin ada lagi pihak yang ingin membenturkan sesama warga negara. (jp)