Pembunuh 1 Keluarga Dituntut Mati, JPU: Hal Memberatkan Sadis, Meringankan Tidak Ada


FAJAR.CO.ID, BEKASI — Terdakwa pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Kota Bekasi, Harry Aris Sandigon alias Haris Simamora dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).Tuntutan itu akhirnya dibacakan setelah dua kali sidang pembacaan tuntutan ditunda, akibat JPU belum siap dengan tuntutannya.Humas Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Djuyamto usai persidangan mengatakan, terdakwa pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi tersebut dituntut hukuman mati oleh JPU.

Sebait Kalimat di Buku Jadi Pesan Terakhir Pria yang Gantung Diri

Tuntutan JPU menyebutkan bahwa Haris terbukti melanggar pasal 340 KUHP dan pasal 363 KUHP ayat satu dan tiga.”Kualifikasi pembunuhan berencana dan pencurian dengan pemberatan. Dituntut hukuman mati, hal-hal yang memberatkan adalah sadis. Hal-hal yang meringankan tidak ada,” jelasnya kepada awak media, Senin (27/5).Djuyamto mengatakan, pascapembacaan tuntutan oleh JPU, terdakwa dan penasihat hukum akan mengajukan pledoi pada Senin (24/6) mendatang.Terpisah, Kuasa Hukum Haris, Alam Simamora usai persidangan mengatakan, pihaknya tidak terima dengan tuntutan yang dibacakan oleh JPU.

Libur Lebaran, Ini Jadwal Kunjungan Tahanan KPK

“Kami sementara merasa terenyuh juga bacaan tuntutan mati itu. Tapi tetap kami nggak terima, tidak terima,” katanya.Pihaknya akan melakukan pembelaan sehingga kliennya memiliki kesempatan untuk menghirup udara bebas. Pihaknya akan menyusun unsur-unsur pembelaan yang didasarkan pada Hak Asasi Manusia (HAM) dan firman-firman tuhan sebagai pertimbangan majelis.

Komentar

Loading...