Pendatang Baru Pilwalkot Tancap Gas, Sebar Baliho hingga Buka Posko

Kamis, 30 Mei 2019 - 14:06 WIB
Alat peraga Sukriansyah S Latief mulai disebar.

FAJAR.co.id, makassar –Figur bakal calon untuk pemilihan wali kota (Pilwalkot) Makassar 2020 mulai tancap gas bersosialisasi. Posko pemenangan dibuka hingga sebar stiker di angkutan umum.

Bursa calon Pilwalkot Makassar bermunculan. Itu setelah berakhirnya masa jabatan, Moh Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal. Bukan hanya Staf Khusus Menteri Pertanian (Mentan) RI, Sukriansyah S Latief, tetapi, Dr Iriyanto A Baso Ence, Direktur PT Jazirah Iman, dan Direktur RSIA Ananda, dr Fadli Ananda mulai cari panggung.

Iriyanto A Baso Ence merupakan alumni Fakultas Hukum UMI 1983 bahkan melakukan sosialisasi dengan memasang baliho perkenalan diri untuk maju di Pilwalkot Makassar di sejumlah titik. Termasuk memasang stiker di angkutan umum.

Irianto, seorang pengacara/advokat senior di Makassar. Namun, saat ini, dia fokus pada usaha travel dan umrahnya.

“Untuk kesiapannya menjadi calon wali kota sebenarnya tercetus pada buka puasa bersama di Masjid BTP di mana beliau selain sebagai salah pendiri masjid. Dia juga adalah dewan suro fokus Islam BTP. Dari situ muncul keinginan warga mendorong beliau agar mencoba mencalonkan diri,” kata Koordinator Tim Iryanto dari Alumni Fakultas Hukum UMI, Muh Ilyas Billah, Rabu 29 Mei.

Ilyas menjelaskan, Iriyanto punya visi besar memajukan Kota Makassar. Yakni ingin menjadikan kota Makassar pusat perdagangan yang Islami.

“Dia ingin Makassar menjadi daerah perdagangan nuansa religi. Misalnya memajukan bisnis berbasis syariah tetapi tidak berarti harus mematikan yang lain,” ujarnya.

Dia menyebut saat ini baru terbentuk tim pemenangan dari  Alumni Fakultas Hukum UMI. Setelah lebaran akan lebih merekatkan tim-tim. Termasuk sosialisasi melalui stiker di mobil angkutan umum.

“Mencari penilian masyarakat.menguatkan kita punya tim setelah lebaran kita ada pertemuan di Malino 21-23 Juni di situ kita menyusun strategis,” katanya. Terkait partai, dia mengaku akan mengincar Golkar Makassar.

“Kita incar Golkar, dulu sempat menjadi pengacara pak NH. Karena independen susah. Tetapi nantilah kita lihat, kalau tidak ada jalan kita akan coba independen,” katanya.

Pendatang baru lainnya, Direktur RSIA Ananda dr Fadli Ananda. Dia mengakui didorong oleh banyak rekan-rekannya untuk jadi representasi anak muda.

“Memamg teman-teman anak muda ini ingin ada sosok anak muda yang maju. Jadi kita lihat saja, belum bisa dipastikan. Komunikasi tetap jalan seperti biasa ke partai,” jelasnya.

Untuk komunikasi dengan parpol, Fadli mengaku belum sampai ke sana. Saat ini, rekan-rekan yang mendorongnya bertarung masih fokus memperkenalkan dirinya ke masyarakat. “Beberapa teman-teman sudah buat acara seperti dialog. Kita jalan saja dulu, belum ada tim yang terbentuk, baru sowan ke petinggi-petinggi,” ungkapnya. (rul/fajar)