Safari Ramadan, Pemuda Muhammadiyah Ajak Kader Perkuat Persatuan dan Kedamaian

Kamis, 30 Mei 2019 - 19:30 WIB
FOTO: NURSAM/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulsel mengajak seluruh kader persyarikatan agar lebih mengedepankan nalar dan menguatkan persatuan dan kedamaian usai perhelatan Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PWPM Sulsel, Mahyuddin, di acara Safari Ramadan Pemuda Muhammadiyah, Kamis (30/5/2019). Kegiatan yang berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel Jl Perintis Kemerdekaan KM 10 itu menghadirkan Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) dalam hal ini Ketua Umum PPPM, Sunanto, Ketua Umum Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse, dan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin.

Mahyuddin, mengatakan, kader persyarikatan sudah seharusnya mengutamakan nalar yang sehat dan damai demi persatuan dan kedamaian bangsa. “Kehadiran Pemuda Muhammadiyah jangan jadi masalah baru. Namun, mari sama-sama mengajak agar kita lebih santun dan damai usai perhelatan Pemilu,” kata Mahyu, menyinggung masih hangatnya isu Pilpres di media sosial

Hal senada juga disampaikan Sunanto. Menurutnya, dalam perhelatan Pemilu kali ini, khususnya Pilpres, kader Muhammadiyah juga beda-beda pilihan. Dia menyebut, bulan puasa bukan hanya berpuasa menahan lapar dahaga, tetapi juga saat menulis, membaca, dan mengomentari status di media social.

“Tenangkan pikiran menjawab status orang. Status ini juga harus dipuasakan. Bermuhammadiyah itu suatu nilai yang harus dipatuhi sebagai kerangka beragama Islam,” katanya, menyinggung masih banyaknya status terkait persoalan Pemilu di media social,” katanya.

Safari Ramadan juga dirangkaikan dengan launching gerakan 1000 Pengusaha Muda Muhammadiyah (PPPM), launching Warung Fastabiq (PP PM), dan penyerahan paket Schoolkit untuk Anak Yatim

“Kita kekurangan pengusaha-pengusaha muda. Ke depan kita jadi penonton jika tidak ada yang mulai jadi pengusaha. Kita mesti menjadi kelompok atau komunitas yang mandiri dalam hal ekonomi. Kita ingin memulai bahwa sukses itu penting, kaya itu penting. Itu menjadi tantangan kita,” ujar pria yang akrab disapa Cak Nanto ini. (sam)