Sebait Kalimat di Buku Jadi Pesan Terakhir Pria yang Gantung Diri


FAJAR.CO.ID,KALTIM— Suryadi yang terkenal rendah hati terlihat murung beberapa hari terakhir. Dia dirundung masalah. Sayang, cara keliru dia ambil untuk menyelesaikan problemnya.“AKU minta maaf, jaga anak baik-baik. Aku sudah tidak sanggup.” Sebait kalimat itu tertulis di sebuah buku. Di halaman lain, tercantum pula detail permasalahan yang dia hadapi. Termasuk kondisi hubungannya dengan sang istri.Tulisan itu sedikitnya mampu menjelaskan ketika keluarga menemukan Suryadi tergantung tanpa nyawa di kamar tidur rumahnya, Jalan Bung Tomo, Gang Syukur, Baqa, Samarinda Seberang, kemarin (28/5).Suryadi ditemukan dengan leher terjerat tali nilon kuning dan kain. Nilon yang dipakai menggantung ayunan anaknya. Sebuah kain menyumpal mulutnya. Sementara itu, buku berisi kalimat-kalimat wasiat itu tergeletak tidak jauh dari jasadnya.Tijah (58), ibunya, menangis sejadi-jadinya. Dia tidak menyangka anak ketiganya itu memilih pergi dengan cara tak lazim. Terakhir kali dia melihat Suryadi sedang mengenakan pakaian salat putih, lengkap dengan kopiah dan sarung bermotif kotak-kotak cokelat.Tijah menceritakan, pagi harinya, masih sempat berpapasan dengan Suryadi. “Sempat ditanya, ‘Kok belum berangkat kerja?’,” ungkap Tijah. Sebelumnya, Suryadi pula yang membangunkannya sahur. “Terakhir lihat dia minum kopi. Dia juga bilang masuk kerja malam,” sambung Tijah.Dia tidak menyangka anaknya yang bekerja sebagai sopir di salah satu perusahaan tambang di Kutai Kartanegara (Kukar) itu berbuat nekat. Sekitar pukul 09.00 Wita, sang ibu mulai resah lantaran melihat pintu kamar anaknya terkunci rapat. Dia pun terperanjat ketika mengintip dari ventilasi. Sejurus kemudian dia menghambur ke luar rumah mencari pertolongan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...