Keluhan Tak Didengar, Petani Bakar Lahan Padi

Jumat, 31 Mei 2019 - 10:15 WIB

FAJAR.CO.ID, MAGETAN — Puluhan hektare tanaman padi di Kecamatan Parang Magetan, Jatim terancam gagal panen. Tanaman padi mengering karena kekurangan air.

Air irigasi yang diterima petani tak mampu mencukupi kebutuhan sawah mereka.

Kondisi ini terjadi di dua desa, yaitu Tamanarum dan Pragak. Ada puluhan hektare tanaman padi yang terancam gagal panen, karena kekurangan air.

Selain kemarau datang lebih awal, aliran air dari Waduk Gonggang Poncol yang biasa diandalkan petani, juga tidak bisa berfungsi maksimal.

“Hanya bisa mengalir tiga minggu sekali,” ujar seorang petani. Itu pun tidak bisa mengairi sawah sesuai kebutuhan mereka.

Jong Un Bersih-bersih Negosiator Hanoi

Sebagian warga terpaksa membakar tanaman padinya, karena sudah tidak bisa diharapkan lagi dan sebagai wujud protes, karena keluhannya selama ini, tidak pernah mendapat solusi dari pemerintah terkait.

Kondisi seperti ini dialami petani Magetan bagian selatan, hampir setiap tahun.

Mereka berharap ada solusi dari pemerintah, yang selalu berjanji untuk meratakan pembangunan di Magetan. (jpnn)

One thought on “Keluhan Tak Didengar, Petani Bakar Lahan Padi

Comments are closed.