Mesin Mati saat Kunjungi Pulau Terluar

0 Komentar

Semuanya sempat pasrah. Saat di tengah laut, mesin kapal mati.

LAPORAN: ASHRI SAMAD, Makassar

ROMBONGAN Pemkot Makassar itu sempat panik. Dua jam mereka terombang-ambing di laut. Mereka kunjungan kerja bersama Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb ke pulau-pulau terluar Kota Makassar, Kamis, 30 Mei. Saat berangkat, Kapal Baronang yang mereka pakai, bermasalah. Kapal milik Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, ini bertolak meninggalkan dermaga di Anjungan Pantai Losari sekitar pukul 07.50. Rombongan terbagi atas dua kapal.

Rute pertama yang disambangi yakni, Pulau Lanjukang. Kapal yang memuat Iqbal Suhaeb, tiba lebih dahulu. Menyusul kapal kedua yang ditumpangi Kabag Humas M. Roem bersama rombongan Dinas Pariwisata dan Satpol PP Kota Makassar. Pukul 10.17 Wita, rombongan tiba di Pulau Langkai, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Petaka terjadi saat rombongan mau melanjutkan ke Pulau Lumulumu. Sekira pukul 11.45, kapal rombongan kedua “mogok” di tengah laut.

Sempat, sebagian penumpang kaget. Lantaran, mesin kapal tak bisa dioperasikan. Pergerakan kapal pun dibantu oleh gelombang dan bisa sampai di kawasan Pulau Lumulumu pukul 12.22 Wita. Juru mudi kapal mengaku, oli mesin habis. Lantaran, terjadi kebocoran pada mesin. Sehingga, semula ketersediaan oli justru tak cukup menggerakkan kapal.

Setelah mendapatkan pasokan oli yang dibutuhkan, kondisi kapal mulai bergerak. Sayangnya, hitungan menit perjalanan, kapal kembali “mogok”. Beruntung, salah satu penumpang menghubungi petugas BNPB Kota Makassar untuk mendapatkan pertolongan. Alhasil, sekira pukul 14.02 Wita, perahu BNPB berhasil mengevakuasi rombongan kapal kedua dan tiba di Dermaga di Anjungan Pantai Losari sekira pukul 14.35 Wita.

Kabid Promosi dan Marketing Dinas Pariwisata Kota Makassar, Anriany Saleng mengaku cemas selama terombang-ambing di atas laut. Dia memilih lebih banyak berdoa. “Terus terang saya waswas. Saya takutkan kalau terjadi korsleting dan kebakaran. Cuma ada teman tenang dan saya juga berusaha juga tenang,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb bilang, kapal yang ditumpanginya merupakan kapal sewa. Sedangkan Kapal Baronang milik Dinas Perikanan. “Mungkin kapalnya perlu pemeliharaan. Karena mesinnya agak ngadat-ngadat,” ujarnya. (smd/rif-zuk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...