Miliki Happy Five, Perempuan Ini Divonis Penjara 8 Bulan

Sabtu, 1 Juni 2019 - 10:04 WIB
DIVONIS: Hasnah saat mengikuti persidangan di PN Tarakan. (ELIAZAR/RADAR TARAKAN/Jawa Pos Group)

FAJAR.CO.ID,TARAKAN–Perempuan pemilik dua butir pil jenis happy five (H5) yaitu Hasnah, akhirnya divonis majelis hakim dengan hukuman penjara 8 bulan. Sebelumnya Hasnah dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan kurungan penjara satu tahun. Sidang putusan tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan pada Rabu (29/5) lalu.

“Menyatakan dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa. Oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 bulan dan denda Rp 5 juta rupiah. Kemudian dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara selama satu bulan,” kata ketua majelis hakim, Subagyo SH dalam persidangan, dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Sabtu (1/6).

Tidak hanya itu, dalam putusannya majelis hakim juga menyatakan semua barang bukti berupa dua butir pil happy five, satu unit HP Iphone X akan dirampas untuk dimusnahkan.

“Satu HP Iphone 8 dan HP Samsung Note 9 akan dikembalikan kepada pemiliknya yang sah yaitu terdakwa. Sedangkan satu unit mobil jenis Ayla warna hitam akan dikembalikan pemiliknya yang sah yaitu Rahmat Efendi,” lanjutnya.

Terhadap putusan tersebut, JPU Dinasto Cahyo Utomo menyatakan pihaknya masih akan pikir-pikir. Diketahui Hasnah yang didakwa pasal 62 UU RI No. 5 tahun 1997 tentang psikotropika, dituntut satu tahun denda Rp 5 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Kami masih punya waktu 7 hari untuk menyatakan sikap. Jadi sekarang masih pikir-pikir,” ungkap Dinasto saat dikofirmasi.

Sementara itu, Penasihat Hukum (PH) Hasnah yaitu Nunung Tri Sulistyawati saat dikonfrmasi mengungkapkan, pihaknya juga akan pikir-pikir selama 7 hari terhadap putusan majelis hakim tersebut. Terhadap putusan itu, Nunung menjelaskan adanya barang bukti dari tangan terdakwa yang dirampas.

“Pertimbangan majelis hakim, hanya ada barang bukti Iphone X yang digunakan untuk menelpon dan berhubungan dengan perkara. Sementara dua hp itu tidak terbukti dalam perkara happy five ini, jadi alasan pertimbangan hakim barang buktinya dikembalikan,” singkatnya. (JPC)