Ibu Ani


Saya risau. Pembangunan ekonomi yang sangat baik di zaman Pak SBY bisa digerogoti oleh pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.

Kisah tentang Memo dan Sari Kacang Hijau di Pesawat Kepresidenan

Yang kedua ketika berada di Amerika. Di sela-sela Bapak Presiden SBY menghadiri pertemuan G-20. Itulah tahun bertama Indonesia masuk negara G-20.Waktu itu saya ingin menulis tentang hubungan Bu Ani dengan putranya. Khususnya dengan Mas Ibas. Yang sangat disayangi beliau.Sekitar 20 menit saya diterima beliau di Washington. Namun saya tidak memfungsikan diri sebagai pejabat negara. Saat itu saya adalah wartawan.Istri saya-lah yang lebih sering bertemu beliau, tetapi juga sebatas di kegiatan sosial. Terutama di program Indonesia Hijau. Penanaman satu miliar pohon. Yang dipimpin Ibu Ani.

Menristekdikti: Engkau Ibu Bangsa yang Selalu Kami Kenang

Saya bukan saja menghormati beliau. Saya juga mengagumi beliau. Terutama kecerdasan beliau.Bu Ani itu cerdas. Dan orangnya tegas. Juga disiplin. Tentu saya juga kagum kecantikan, keanggunan dan lesung pipit di pipi beliau.Sering kali saya menghadiri pidato beliau. Saya selalu berisik kepada menteri yang duduk di sebelah saya: pidato Bu Ani lebih bagus dari pidato Pak SBY.

SBY: Selamat Jalan Istri Tercinta, Good Bye!

Itu sungguhan. Bu Ani selalu bisa menyelipkan humor dalam pidatonya. Tanpa merusak keeleganan pidato itu. Kecerdasan beliau menyelipkan humor mirip kebiasaan pidato orang Amerika.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...