Ini Mimpi Annisa Pohan Jelang Ani Yudhoyono Meninggal

Minggu, 2 Juni 2019 - 18:53 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Besan dan menantu ibu negara ke-6, Ani Yudhoyono tak bisa menghapus semua kenangan semasa hidup perempuan bernama lengkap Kristiani Herrawati itu. Termasuk kedua menantunya, Annisa Pohan dan Aliya Rajasa, yang selalu setia menemani dan merawat ibu mertuanya saat di Singapura.

Ditemui usai pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Annisa Pohan menceritakan kenangannya selama merawat ibu mertuanya yang biasa disapa Memo itu. Menurutnya, selama 4 bulan Ani Yudhoyono dirawat di Singapura, Bu Ani tak pernah mengeluh.

“Memo sosok ibu yang tegar. Ibu enggak punya pesan khusus ya. Saya juga merasa belum maksimal dalam merawat ibu, seharusnya bisa lebih maksimal. Memo sosok yang luar biasa,” isak Annisa mengenang Ani Yudhoyono, Minggu (2/6).

AHY: Selamat Jalan Memo, We Love You and We Will Forever Miss You

Menurut Annisa, ada impian atau cita-cita Memo Ani yang belum terwujud. Paling utama adalah keinginan Almarhumah untuk membangun galeri SBY dan Ani di Pacitan. Niatnya, galeri itu akan menjadi pusat budaya dan kain-kain tradisional.

Sebetulnya, lanjut Annisa, galeri itu akan dipersembahkan kepada rakyat untuk menampilkan kerja apa saja yang sudah dibangun selama 10 tahun. Kemudian akan dihadirkan juga kain banyak koleksi tradisional.

“Tanahnya sudah ada, namun takdir Allah berkata lain. Itu semua akan diteruskan oleh kami anak-anaknya,” jelas Annisa.

Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Ani Yudhoyono, Prabowo Tak Terlihat

Dirinya juga bercerita tentang detik-detik terakhir akan berpisah selamanya dengan ibu mertuanya. Saat itu, dirinya gelisah karena sempat kehabisan tiket untuk berangkat menuju Singapura. Saat itu ia baru mendengar kabar Bu Ani masuk ICU.

“Saat baca WA Grup mas Agus (AHY) sudah mengabarkan ayo semua merapat. Itu perasaan saya sudah enggak enak banget. Apalagi saya sempat mimpi usai bekam saya kelelahan, lalu tertidur. Dalam tidur, saya mendengar Memo memanggil saya minta CV Pepo. Buat apa, kata saya. Kata Memo kan mau pisah, jadi perlu CV,” kenang Annisa.

Annisa ingat ketika tiba di Singapura pada detik-detik berpulangnya Ani Yudhoyono, kondisinya sudah semakin memburuk.

“Saat saya sampai sana, sudah sesak napasnya. Perasaan saya makin enggak karuan, enggak lama Memo berpulang,” tuturnya menangis.

Cerita SBY Dua Hari di ICU Temani Ani Yudhoyono

Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) putra sulung Memo mengaku, dirinya akan terus melanjutkan perjuangan ibunda tercintanya melalui tulisan dan karya-karya ciptaan ibundanya tersebut.

“Akhirnya kami mengajak sengenap bangsa Indonesia bergandengan tangan mewujudkan cita-cita mulia mencapai kerukunan, kedamaian, kemajuan, kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk semua mimpi besar ibunda Ani Yudhoyono,” harapnya.

Diakhir pidatonya, AHY mengucapkan salam terkahir untuk ibunda dan nenek dari anaknya Almira Yudhoyono.

“Selamat jalan Memo. We love you and we will forever miss you. Terimakasih atas pengorbanan jasa dan pengabdian untuk keluarga masyarakat, bangsa dan negara. Doa terbaik kami seluruh rakyat Indonesia menyertai langkah dan kepergian mu,” pungkasnya. (jp)