Kekurangan Vitamin A Bisa Akibatkan Gemuk?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Ketika bicara soal penyebab badan menjadi gemuk, pasti yang pertama kali terpikir oleh Anda adalah karena kebanyakan makan, kurang bergerak atau kurang beraktivitas fisik, adanya turunan dari orang tua, atau bahkan sedang menjalani masa kehamilan. Jarang sekali terlintas di pikiran jika penyebabnya adalah akibat kurang vitamin A.

Ya, tak salah memang, faktor-faktor tersebut memang bisa menyebabkan kegemukan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Namun, dilansir dari Prevention.com, bukan cuma faktor-faktor di atas yang bisa membuat Anda menjadi gemuk, melainkan bisa juga karena kekurangan vitamin, salah satunya adalah vitamin A.

Jokowi: Flamboyan Telah Pergi, Namun Tetap Hidup di Hati Kita Semua

Orang obesitas kekurangan mikronutrien meski makan banyak
Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan di Journal of American College of Nutrition, terdapat “hubungan yang rumit” antara kekurangan vitamin A dengan peningkatan berat badan. Para peneliti menganalisis tanggapan lebih dari 18 ribu orang Amerika melalui survei nutrisi tujuh tahun.

Lalu yang ditemukan adalah, orang dewasa dengan obesitas memiliki asupan nutrisi mikro lebih rendah 5-12 persen ketimbang mereka yang memiliki berat badan normal. Bahkan, sebanyak 20 persen orang dengan obesitas tersebut kekurangan vitamin A, vitamin C, dan juga magnesium.

Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Ani Yudhoyono, Prabowo Tak Terlihat

Jika dipikir lebih dalam, ada yang menarik dari kondisi kekurangan vitamin A yang dialami oleh orang obesitas. Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang dengan obesitas memiliki porsi makan yang jauh lebih besar ketimbang orang dengan berat badan normal. Frekuensi makannya pun biasanya lebih sering.

Tapi, mengapa dia bisa kekurangan mikronutrien seperti vitamin A? Nah, penyebabnya adalah makanan yang dikonsumsi orang obesitas adalah makanan tinggi kalori, tinggi lemak, dan makanan yang gizinya tidak seimbang (terutama terlalu banyak karbohidrat).

Jika yang difokuskan di sini adalah kesehatan, maka bukan kuantitas yang diutamakan, melainkan kualitasnya. Jadi, makan banyak dan sering bukan jaminan utama bahwa segala nutrisi bisa terpenuhi. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...