Tidak Ada Lagi Air Mata Mohamed Salah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MADRID—Tiga mimpi Mohamed Salah menjadi kenyataan di final Liga Champions. Bermain 90 menit, mencetak gol, dan membantu Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur sekaligus juara di Wanda Metropolitano.

Pemain internasional Mesir itu musim lalu meninggalkan lapangan di Kiev sambil menangis setelah gagal menyelesaikan pertandingan akibat cedera. Dalam sebuah duel dengan kapten Real Madrid, Sergio Ramos di menit ke-31, Salah mengalami dislokasi bahu. Tanpa pemain berjuluk King of the Kop tersebut, Liverpool akhirnya menyerah 1-3 dari Los Blancos.

“Saya sangat senang bahwa saya memiliki kesempatan untuk bermain final lain. Saya harap saya bisa memainkan permainan penuh saat ini. Saya sangat bersemangat untuk itu. Saya harap kami bisa memperbaiki apa yang terjadi musim lalu, mendapatkan hasil yang baik dan memenangkan kompetisi. Bukan hanya mimpi. Saya berharap itu menjadi kenyataan dan saya mencetak gol di final,” kata Salah jelang pertandingan kepada beIN Sports.

Dan benar saja, Salah di laga ini mencetak gol saat pertandingan baru berjalan 108 detik atau 1 menit 48 detik. Menurut catatan UEFA, itu adalah gol tercepat kedua sepanjang sejarah final Liga Champions. Rekor gol tercepat sejauh ini masih dipegang Paolo Maldini yang mencetak gol saat laga baru berjalan 51 detik pada final 2005. Selain rekor, gol itu menentukan kemenangan 2-0 Liverpool. Satu gol Liverpool lainnya dicetak Divock Origi di menit ke-87.

Winger kidal itu pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai pertandingan. Meski tidak ingin dianggap pahlawan, ia mengaku sangat senang mimpinya terwujud. “Saya senang bermain final kedua berturut-turut dan akhirnya bermain 90 menit. Saya bahagia sekarang!” tegasnya di situs resmi UEFA. (UEFA/amr)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment