Demi Berlebaran, 500 Traktor Masuk Pegadaian

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JATIM–Sejumlah warga Ngawi, Jatim, sengaja menggadaikan traktor miliknya demi memperoleh duit untuk berlebaran.

“Mungkin karena pengaruh faktor karakteristik daerah yang sebagaian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani,” kata Pimpinan Cabang Pegadaian Ngawi, Wigiyana.

Wigiyana menyebut, dari lima unit pegadaian di Ngawi, saat ini terdapat lebih dari 500 traktor yang digadaikan warga. Salah satu unit menerima sekitar 300 traktor sebagai barang agunan.

PPDB 2019: Jarak Rumah ke Sekolah 400 Meter, Langsung Diterima

‘’Pada dasarnya traktor itu sama dengan kendaraan bermotor lainnya meski tidak dilengkapi BPKB maupun STNK. Jadi, tidak masalah (mengagunkan traktor),’’ ungkapnya.

Dia mengatakan, traktor bisa dijadikan barang agunan untuk pinjaman uang dari Rp5 juta hingga Rp15 juta. Tergantung kondisi mesin dan mereknya. Hanya, diakuinya, jenis agunan itu membutuhkan tempat yang luas.

“Tapi, sejauh ini masih bisa tertampung,” jelasnya sembari menyebut fenomena warga mengagunkan traktor ke pegadaian juga terjadi di sejumlah daerah tetangga seperti Magetan dan Nganjuk.

Pekan Ke-4 Liga 1 Ditunda, Ini Jadwalnya

Wigiyana menuturkan, warga mengagunkan traktor miliknya ke pegadaian tidak hanya terjadi menjelang Lebaran. Melainkan merupakan fenomena biasa setiap bulan. Bahkan, ada yang dalam setahun tiga kali – seiring musim tanam- melego traktornya ke pegadaian. ‘’Kebetulan, menjelang Lebaran kali ini bersamaan dengan berakhirnya musim tanam,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, menjelang Lebaran ini untuk jumlah transaksi di Pegadaian Ngawi mengalami peningkatan 10-15 persen. Baik transaksi keluar maupun masuk.

Buka Puasa Paling Sedap Santap Nasi Timbel dan Ayam Bakar Kaliurang

‘’Transaksi keluar didominasi warga yang hendak menebus jaminan barang perhiasan karena mau dipakai Lebaran. Sedangkan transaksi masuk didominasi barang jaminan non-emas, salah satunya traktor,’’ ungkapnya.

Karmuji, salah seorang warga, mengaku biasa menggadaikan traktor miliknya saat membutuhkan dana segar. Nyaris setiap selesai musim tanam dia memasukkan traktornya ke pegadaian. untuk membeli pupuk dan kebutuhan sawah lainnya.

‘’Kalau sudah panen dan waktunya tanam diambil lagi,’’ ungkap warga Desa Watualang, Ngawi, tersebut. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...