‘Egg Boy’ Serahkan Hampir Rp1 M ke Korban Serangan Teroris Christchurch

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Masih ingat dengan Will Connolly? Ya, dia remaja Australia yang memukulkan telur ke kepala mantan senator sayap kanan Fraser Anning setelah kejadian teror penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru beberapa waktu lalu.

Baru-baru ini, bertepatan dengan momen Ramadan jelang Lebaran, Connolly mendonasikan uang hampir Rp 1 miliar ke keluarga korban teror yang terjadi Maret lalu.

Sebagaimana JawaPos.com kutip dari ABCNews, Senin (3/6), Connolly yang dikenal dengan julukan ‘Egg Boy’ itu menyerahkan AUD 99.992 atau sekitar hampir Rp 1 milyar kepada para korban serangan teroris Christchurch. Dana tersebut terkumpul atas hasil patungan daring atau crowdfunding untuk menutupi biaya hukum yang mungkin ia hadapi setelah memecahkan telur ke kepala Anning pada 16 Maret lalu. Dana juga dikumpulkan warganet yang mendukung tindakannya untuk ‘membeli lebih banyak telur’.

Kini setelah terbebas dari jerat hukum atas keberaniannya menentang pendapat Anning soal teror Selandia Baru terjadi karena migrasi besar-besaran masyarakat muslim ke seluruh dunia, si ‘Egg Boy’ berjanji untuk menyumbangkan seluruh uang itu kepada Christchurch Foundation and Victims Support.

“Saya memutuskan untuk menyumbangkan semua uang untuk membantu memberikan bantuan kepada para korban pembantaian, itu bukan milik saya untuk disimpan,” tulisnya di Instagram. “Kepada para korban tragedi ini, aku dengan sepenuh hati berharap ini bisa melegakanmu. Teruslah menyebarkan cinta,” sambungnya.

Terpisah, seorang juru bicara untuk Dukungan Korban mengonfirmasi kepada ABC bahwa sebagian dari sumbangan Connolly si ‘Egg Boy’ telah ditransfer ke badan amal dari GoFundMe. Kevin Tso, Kepala Eksekutif Dukungan Korban Teror Christchurch, mengatakan, donasi Connolly akan ditambahkan lagi dengan donasi lainnya dengan angka lebih dari 11 juta dolar yang dikumpulkan sejak 15 Maret lalu oleh orang-orang yang mengecam aksi yang menewaskan 51 orang dalam masjid itu.

Donasi akan didistribusikan bagi para korban pada bulan Juni ini. “Dana yang terkumpul sangat berharga dalam membantu mereka yang terkena dampak untuk membangun kembali kehidupan mereka. Belas kasih dan empati yang ditunjukkan sangat luar biasa,” kata Tso.

Penjagaan Selama Ramadan

Masih terkait teror penembakan, kini setelah kejadian tersebut, masyarakat muslim di Selandia Baru mendapatkan pengamanan ketat selama menjalani ibadah bulan Ramadan. Yang paling terasa adalah momen umat muslim di Selandia Baru harus berbuka puasa bersama di masjid.

Laman Stuff menyebut bahwa saat berbuka puasa tiba, polisi akan datang untuk membantu mengamankan mereka untuk berbuka puasa. Kedatangan polisi tentu memberikan rasa aman bagi masyarakat muslim di sana usai aksi teror penembakan dua masjid yang meninggalkan trauma mendalam.

Misalnya saja saat momen berbuka di wilayah Roskill, Auckland, Selandia Baru. Sekitar 300 orang dari 30 negara berada di masjid di wilayah tersebut untuk berbuka puasa. Pihak masjid mengatakan, penembakan di masjid pada Maret tampaknya bukan mengurangi, namu telah meningkatkan jumlah jamaah muslim di masjid tersebut.

“Tetap saja orang merasa nyaman di sini,” kata Hanif Patel, pengurus masjid. “Faktanya, kami menemukan lebih banyak orang datang ke masjid daripada sebelumnya,” ujarnya.

Seperti tampak dalam gambar, anggota polisi ikut menyantap sajian berbuka puasa bersama para jamaah di masjid tersebut. Tak tampak perbedaan di sana. Masyarakat muslim malah terlihat lebih tenang dengan pengamanan dari polisi yang berjaga di saat mereka menunaikan kewajiban berbuka hingga selesai salatnya. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...