Jorginho: Sarri Dicap Pengkhianat Jika ke Juventus

Senin, 3 Juni 2019 - 22:12 WIB
Jorginho/EPA

FAJAR.CO.ID, NAPLES—Jorginho mengakui bahwa dia akan benci keputusan Maurizio Sarri meninggalkan Chelsea. Ia juga memperingatkan sang pelatih akan dicap pengkhianat  oleh penggemar Napoli jika dia bergabung dengan Juventus.

Sarri tampaknya akan menjadi pelatih Juve berikutnya, meskipun baru-baru ini mengantarkan Chelsea sebagai juara Liga Europa. Jorginho, sebelumnya mengikuti pelatih berusia 60 tahun itu ke Stamford Bridge dari Napoli musim panas lalu.

“Dia melakukan pekerjaan dengan baik untuk Chelsea. Ada beberapa kritik, tetapi akhirnya kami finis ketiga, memenangkan satu piala dan kehilangan satu lagi di Final. Saya pikir itu musim yang hebat, dan saya benci melihatnya pergi,” kata sang gelandang pada konferensi pers dikutip Football Italia.

Ia juga menegaskan, fans Napoli tidak akan terima Sarri ke Juventus. “Para penggemar Napoli masih menyimpannya di hati mereka, itu normal bahwa mereka bisa marah. Mereka bersemangat, mereka bisa memberikan segalanya untukmu. Mereka bisa memperlakukannya sebagai pengkhianatan, mereka seperti itu. Kami akan melihat apa yang terjadi,” tegasnya.

Gelandang Italia juga menjelaskan bagaimana pandangannya soal sepak bola Inggris dan kritik untuk permainannya. “Kritik itu mungkin karena budaya sepakbola di Inggris. Orang-orang tidak terbiasa melihat pemain seperti saya di depan pertahanan. Saya lebih banyak membaca permainan dan kurang dalam hal fisik. Bagi para penggemar, semuanya sangat berbeda dan mereka menyalahkan saya ketika hasilnya tidak datang,” ujarnya.

“Tetapi pada akhirnya saya membuktikan bahwa mereka salah tentang saya. Di Liga Premier, intensitasnya jauh lebih tinggi dan tim tidak takut untuk menyerang. Inilah sebabnya saya harus bertahan lebih banyak daripada yang saya lakukan di Italia. Game lebih terbuka. Di Serie A mentalitas ini hilang, beberapa tim sudah kalah dan tidak pernah percaya pada kemenangan,” katanya.

“Ini adalah alasan mengapa tim-tim besar Italia merasa kesulitan di Liga Champions. Sejauh yang saya ketahui, saya telah bekerja dengan pemain dari tingkat tertentu, yang telah membiarkan saya tumbuh,” jelasnya. (Football Italia/amr)