Menag Lukman Bantah Menerima Suap Rp70 Juta


FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin disebut menerima suap Rp 70 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin. Uang haram itu diduga terkait pengangkatan Haris sebagai kepala kanwil.

Ditemui usai Sidang Isbat, Lukman mengaku terkejut dirinya disebut menerima Rp 70 juta. Lukman membantah menerima uang terkait pengangkatan Haris sebagai Kakanwil Provinsi Jatim.“Sungguh sama sekali tidak pernah menerima, sebagaimana yang didakwakan itu. Rp 70 juta rupiah dalam dua kali pemberian katanya menurut pemberian Rp 20 juta dan Rp 50 juta. Saya tidak pernah mengetahui apalagi menerima adanya hal seperti itu,” kata Lukman ditemui di Kantor Kemenag, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/6).Selain itu, Politikis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan, dirinya tidak pernah menerima gratifikasi terkait kenaikan jabatan. Lukman pun menegaskan, kariernya di dunia politik selalu menjauh dari yang berbau praktik korupsi.“Saya 17 tahun di Senayan sebagai anggota DPR, saya menjauhi itu semua, bahkan saya masuk dalam gerakan antikorupsi bekerjasama dengan berbagai kalangan. Jadi saya betul-betul menjaga, tidak hanya integritas tapi reputasi saya dalam upaya bersama pemberantasan korupsi,” tegas Lukman.Terkait adanya pertemuan di Hotel Mercure, kata Lukman, dirinya melakukan pembinaan terhadap sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemenag. Politikus senior PPP itu memastikan, tidak ada pertemuan khusus di hotel mewah tersebut.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar