Mengenal Kanker Darah dan Harapan Hidup Pasien

2 Komentar

FAJAR.CO.ID–Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang paling umum diketahui masyarakat. Namun leukemia sendiri ternyata memiliki berbagai jenis. Salah satuanya leukemia tipe AML atau Acute Myelogenous Leukemia (Leukemia Akut). Seseorang yang terkena leukemia akut memiliki angka harapan hidup dan bisa bertahan dengan waktu yang berbeda-beda.

Pakar Hematologi dan Onkologi Medik dr. Ronald. A. Hukom, MHSc, Sp.PD, KHOM dari RS,FINASIM dari RS Dharmais dan Perhimpunan Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) menjelaskan khusus untuk leukemia akut tipe AML pasien usia 65-74 tahun memiliki angka prognosis hidup yang bervariasi. Ada satu laporan dari USA yang menyatakan angka survival pasien pada 12 bulan, 24 bulan, 36 bulan.

“Masing-masing prognosis 12 bulan 30 persen, 24 bulan 17 persen, dan 36 bulan 11,7 persen,” jelas dr. Ronald kepada JawaPos.com (Grup FAJAR.co.id), Senin (3/6).

Menurutnya, ada berbagai faktor penyulit pada tiap pasien yang mempengaruhi angka prognosis. “Diharapkan pasien bisa mendapat hasil survival yang lebih baik,” ungkapnya.

Dalam laman Mayo Clinic disebutkan kata ‘akut’ pada leukemia myelogenous menunjukkan perkembangan penyakit yang cepat. Leukemia myelogenous ini memengaruhi sekelompok sel darah putih yang disebut sel myeloid.

Leukemia myelogenous akut sendiri disebabkan oleh kerusakan pada DNA sel-sel yang berkembang di sumsum tulang. Sumsum tulang menghasilkan sel-sel yang belum matang yang berkembang menjadi sel darah putih leukemia yang disebut myeloblast. Sel-sel abnormal ini tidak dapat berfungsi dengan baik dan mengeluarkan sel-sel sehat. Dalam kebanyakan kasus, tidak jelas apa yang menyebabkan mutasi DNA penyebab leukemia.

Leukemia myelogenous akut juga dikenal sebagai leukemia myeloid akut, leukemia myeloblastik akut, leukemia granulocytic akut dan leukemia nonlymphocytic akut.

Lalu, apa gejala dan faktor pencetus berkembangnya leukemia?

Tanda dan gejala umum dari tahap awal leukemia myelogenous akut dapat meniru gejala flu atau penyakit umum lainnya. Misalnya demam, sakit tulang, lesu dan lelah, sesak napas, kulit pucat, infeksi, memar, dan perdarahan pada gusi dan mimisan.

Hingga saat ini, radiasi, paparan bahan kimia tertentu, dan beberapa obat kemoterapi diketahui sebagai faktor risiko leukemia myelogenous akut. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko leukemia myelogenous akut. Di antaranya,

Bertambahnya usia

Risiko leukemia myelogenous akut meningkat dengan bertambahnya usia. Leukemia mielogen akut akut paling sering terjadi pada orang dewasa berusia 65 dan lebih tua.

Jenis Kelamin

Pria lebih mungkin untuk berpotensi leukemia myelogenous akut daripada wanita.

Pengobatan kanker sebelumnya

Orang-orang yang telah menjalani beberapa jenis kemoterapi dan terapi radiasi mungkin memiliki risiko lebih besar terkena AML.

Paparan Radiasi

Orang yang terpapar radiasi tingkat sangat tinggi, seperti yang selamat dari kecelakaan reaktor nuklir, memiliki risiko lebih tinggi terkena AML.

Bahan Kimia Berbahaya

Paparan bahan kimia tertentu, seperti benzena, terkait dengan risiko AML yang lebih besar.

Merokok

AML terkait dengan asap rokok, yang mengandung benzena dan bahan kimia penyebab kanker lainnya yang diketahui.

Gangguan Darah Lainnya

Orang yang pernah mengalami kelainan darah lain, seperti myelodysplasia, myelofibrosis, polycythemia vera atau thrombocythemia, memiliki risiko lebih besar terkena AML.

Gangguan Genetik

Gangguan genetik tertentu, seperti sindrom Down, dikaitkan dengan peningkatan risiko AML. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...