Mulai Diselidiki, Neymar Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Senin, 3 Juni 2019 - 16:22 WIB
Neymar dan rekannya menggunakan helikopter di Brasil/AP

FAJAR.CO.ID, SAO PAULO—Bintang PSG, Neymar akan menghadapi ancaman lima tahun penjara di tengah tuduhan pemerkosaan yang menderanya. Lapor en.as. menyoroti tindakan Neymar yang diklaim menyebar hal yang berbau porno terkait kejadian itu.

“Di Brasil adalah kejahatan untuk menawarkan, berbagi, mengirimkan, menjual, mendistribusikan atau mempublikasikan gambar atau video dari konten seksual dengan cara apa pun tanpa persetujuan dari subjek video, dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara. Kemungkinan hukuman yang lebih lama dapat terjadi dalam kasus pelanggaran yang dianggap sebagai tindakan balas dendam setelah hubungan seksual – atau yang disebut ‘balas dendam porno,” katanya.

Neymar dan ayahnya membantah tuduhan pemerkosaan ini. Menurut bintang sepakbola Brasil itu, seks dilakukan dengan persetujuan bersama. Insiden itu terjadi pada 15 Mei di Paris. Seorang wanita melapor kepada polisi Sao Paulo Jumat lalu, mengatakan insiden itu terjadi di hotel Sofitel Paris Arc De Triomphe.

Polisi sendiri dilaporkan mulai menyelidiki Neymar yang menggunakan media sosial untuk menentang klaim pemerkosaan tersebut. Agen polisi dari unit cybercrimes negara bagian Rio de Janeiro mengunjungi tempat pelatihan timnas Brasil dan departemen komunikasi polisi dikonfirmasi melalui email bahwa mereka akan “menyelidiki dugaan pengungkapan video di pihak Neymar.” Tetapi mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sebelumnya dilaporkan bahwa seorang wanita tak dikenal mengatakan kepada polisi Brasil bahwa penyerang Paris Saint-Germain itu menyerangnya setelah mereka bertemu melalui Instagram. Pemain Paris saint German (PSG) itu lantas mengklaim bahwa dia adalah korban dari upaya pemerasan.

Neymar merespons tuduhan itu dengan memposting video tujuh menit di Instagram, di mana ia menunjukkan apa yang ia katakan sebagai pertukaran pesan WhatsApp dengan wanita itu. Termasuk foto-foto telanjangnya di tempat tidur.

“Ini adalah saat-saat intim tetapi perlu untuk membuat mereka terbuka untuk membuktikan bahwa tidak ada yang benar-benar terjadi. Apa yang terjadi hari itu adalah hubungan antara seorang pria dan seorang wanita, di dalam empat dinding, sesuatu yang terjadi dengan pasangan mana pun,” tegasnya.

Pemain berusia 27 tahun itu menambahkan bahwa itu adalah pengaturan dan upaya penjebakan untuk dirinya. “Sangat menyedihkan untuk percaya bahwa dunia seperti itu, bahwa ada orang yang ingin mengambil keuntungan, ingin memeras orang lain,” ujarnya.

Wanita itu, yang tinggal di Brasil, mengatakan kepada polisi Sao Paulo bahwa Neymar mabuk dan menyerangnya di sebuah hotel dekat Champs-Élysées. Dia kembali ke Brasil dua hari setelah dugaan pemerkosaan tanpa melaporkannya ke polisi Prancis. Alasannya, dia “secara emosional terguncang dan takut untuk mendaftarkan kasus itu di negara lain”. Dia mengajukan pengaduan ke polisi di Sao Paulo pada hari Jumat. (Irish Independent/NEWS.am/ South China Morning Post/amr)