Pascalebaran, Anies Prediksi 71 Ribu Pendatang Baru ke DKI

Senin, 3 Juni 2019 - 14:45 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memastikan tidak akan ada operasi yustisi pada tahun ini. Dia membolehkan siapapun datang ke ibu kota. Sebab, baginya tidak boleh ada pelarangan terhadap satu orang pun untuk melakukan urbanisasi atau mencari penghidupan baru di kota lain termasuk Jakarta.

Namun, Anies meminta kepada pendatang baru agar tetap melapor kepada RT/RW atau kantor kelurahan setempat. Supaya keberadaan mereka diketahui, sehingga kegiatan di tempat barunya bisa berjalan baik.

Pekan Ke-4 Liga 1 Ditunda, Ini Jadwalnya

“Warga silahkan lapor bila datang ke DKI seperti juga warga-warga yang lain. Jadi bedanya kita tidak melakukan operasi penangkapan-penangkapan karena memang tidak perlu ada yang ditangkap,” ujar Anies di puskesmas Kalideres, Jakarta Barat, Senin (3/6).

Anies menegaskan, adanya pendatang baru ke Jakarta tidak akan menjadi masalah baru di ibu kota. Adanya urbanisasi menandakan perokonomian di Jakarta berjalan baik, sehingga diharapkan pendatang baru nantinya juga bisa memberikan kontribusi dalam menggerakan roda perekonomian. “Oh enggak (menimbulkan masalah baru), sejak tahun lalu kita sudah tidak ada operasi yustisi juga,” imbuhnya.

Buka Puasa Paling Sedap Santap Nasi Timbel dan Ayam Bakar Kaliurang

Dari data yang diterima pemprov DKI, pada 2018 lalu memang terjadi peningkatan jumlah pendatang baru ke Jakarta sekitar 69 ribu. Hal itu diketahi dari jumlah pemudik sebanyak 5.865.000 orang, namun saat arus balik menjadi 5.934.000.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memandang pergeseran tempat tinggal seseorang di Indonesia merupakan hal wajar. Selama masih dalam lingkup wilayah hukum Indonesia maka setiap warga negara boleh tinggal dimanapun. “Kan di Indonesia kalau bergerak tidak perlu paspor, mereka WNI bisa kemana saja, jadi rasanya aneh kalau di terminal mereka diperiksain karena bukan penduduk di sini,” tegas Anies.

Untuk tahun ini, pemprov DKI memprediksi akan ada peningkatan jumlah pendatang baru. Angkanya berkisar 71 ribu orang. “Dibanding tahun lalu 69 ribu orang,” pungkas Anies.

Demi Berlebaran, 500 Traktor Masuk Pegadaian

Sebelumnya, Anies Baswedan memastikan ibu kota terbuka untuk semua orang. Sehingga tidak ada larangan bagi siapapun yang akan datang ke Jakarta terutama setelah musim Hari Raya Idul Fitri berlalu. Oleh karena itu dipastikan tidak akan ada operasi Yustisi tahun ini.

“Perlu saya sampaikan di sini, sejak tahun lalu kita tidak lagi menyelenggarakan operasi-operasi pemeriksaan, atau biasa disebut operasi yustisi untuk memeriksa yang dari kampung datang ke Jakarta,” ujar Anies di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/5).

Anies hanya meminta siapapun yang akan ke Jakarta agar tidak datang dengan tangan kosong. Setidaknya orang tersebut memiliki identitas kependudukan yang jelas. Selain itu, disarankan untuk terdaftar sebagai peserta BPJS sehingga apabila butuh jasa medis bisa lebih mudah.

Kain Penutup Ibu Ani Sudah Dipersiapkan Berbulan-bulan

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berharap yang datang ke ibu kota memiliki keahlian. Sehingga dia bisa mencari pekerjaan untuk menopang kehidupannya.

“Ketiga, bawa keterampilan, bawa pengalaman, bawa kemampuan sehingga di Jakarta ikut menggerakkan perekonomian di Ibu kota,” kata Anies.

Anies dalam pertimbangannya menghilangkan operasi Yustisi karena kerap ditemukan ketidakadilan. Biasanya yang terjaring operasi ini hanya orang-orang kelas bawah. Padahal kedatangan warga daerah ke Jakarta juga terjadi untuk orang-orang kalangan menengah dan atas. (jp)

2 thoughts on “Pascalebaran, Anies Prediksi 71 Ribu Pendatang Baru ke DKI

Comments are closed.