Seperti Ini Kondisi SBY Saat Ingat Ibu Ani


FAJAR.CO.ID, CIKEAS–Ibu negara ke-6 Ani Yudhoyono telah dikemubikan. Dia meninggalkan sanak saudara dan keluarganya untuk selama-lamanya. Ani meninggal dunia karena kanker darah yang dideritanya sekira empat bulan lalu.Sekretaris Jenderal‎ Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, usai pemakaman dirinya bersama Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih berbincang-bincang santai di Cikeas, Jawa Barat dengan ditemani nasi goreng.‎”Kami di ruang tamu, kami duduk melantai, kami juga sambil makan nasi goreng yang biasa. Kemudian juga sebagian juga doa di pendopo, berdiskusi sampai setengah 12 malam,” ujar Hinca di Cikeas, Jawa Barat, Senin (3/6).Dari hasil perbincangan santai itu, Hinca mengatakan SBY berkeinginan menetap bergantian di Cikeas dengan di Mega Kuningan tempat tinggalnya. Seminggu sekali SBY akan pindah tinggal secara bergantian. ‎Dalam pembicaraan santai itu, SBY masih membahas sosok sang istri. Air matanya tumpah ketika ingat istri tercinta yang sudah meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Ruhut: Perjuangan Ibu Ani Hebat Sekali

“Beliau masih perlu menata, dan kalau sudah bicara Ibu Ani, dan cerita masih menangis beliau,” ungkapnya.Dirinya bersama dua putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (SBY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (SBY) terus menenangkan dan menghibur jenderal bintang empat tersebut.‎ Karena SBY air matanya terus jatuh apabila ingat belahan jiwanya itu.“Kami mencoba menghibur, selain Mas ibas ada, Mas AHY ada, kami bersama-sama berbincang, menghibur beliau, sekitar jam 12 malam kurang 15 kami bubaran, kami bilang Pak SBY untuk istirahat dulu,” ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar