Temui SBY di Puri Cikeas, Prabowo Ucapkan Duka Cita

Senin, 3 Juni 2019 - 18:59 WIB
Prabowo Subianto, saat menemui SBY di Cikeas, Jawa Barat, Senin (3/6) (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendatangi kediaman Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Y‎udhoyono (SBY) untuk memberikan ucapan bela sungkawa terhadap Ani Yudhoyono. Prabowo datang ke kediaman SBY, Puri Cikeas sekira pukul 16.10 WIB. Saat bertemu, tatapan dua mantan jenderal itu berkaca-kaca mengenang sosok ibu negara Ani Yudhoyono.

Usai melakukan pertemuan tertutup itu, Prabowo menyampaikan duka mendalam kepada SBY dan keluarga besar Yudhoyono. Dia juga meminta maaf kerana baru saat ini bisa menemui SBY. Karena saat Ani Yudhoyono menghembusakan napas terakhir, dirinya sedang berada di luar negeri.

“Saya juga menyampaikan permohonan maaf saya karena saya masih dalam perjalanan dari eropa. Saya sendiri juga melaksanakan chek up kesehatan. Ada masalah cedera saya dulu, baru terasa setelah kampanye keras,” ujar Prabowo di Cikeas, Jawa Barat, Senin (3/6).

“Ada niat kembali waktu itu saya mendengar kondisi Ibu Ani membaik jadi saya menunda ternyata saya terlambat,” tambahnya.

Prabowo mengatakan dirinya sudah lama mengenal Ani ‎Yudhoyono. Ani adalah istri dari prajurit TNI hebat yang setia mendampingi SBY. Sehingga dia tahu betul keluarga besar Yudhoyono kehilangan Ibu Ani.

“Saya kira istri yang sangat mendukung suaminya dan sangat cerdas sangat juga loyal,” katanya.

Sementara Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengatakan, dalam pertemuan dua jenderal tersebut, Prabowo ditemani Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. Sementara SBY ditemani besan mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, dan juga dirinya.

“Kami berlima membicarakan mengenai hal-hal kedukaan yang dialami keluarga ini,” katanya.

‎Hinca melanjutkan, dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta maaf karena saat Ibu Ani meninggal tidak melayatnya. Karena pada saat ini dirinya sedang berada di Austria.

“Prabowo juga ada cidera punggung dan harus menjalani pengobatan ke Eropa, tepatnya ia sebut di Austria,” ungkapnya.

‎Besan SBY, Hatta Rajasa juga mengatakan keluarga besar Yudhoyono mengalami duka yang mendalam kehilangan sosok Ibu Ani ini.

“Bagaimanapun juga Pak SBY manusia biasa yang didampingi istri 46 tahun. Tentu kehilangan sangat. Sangat merasa kehilangan,” katanya.

Oleh sebab itu, kerabat juga terus menghibur SBY dan keluarga besar Yudhoyono. Karena memang berat rasanya ditinggali orang yang sangat dicintai.

“Kita bisa melihat bagaimana kesedihan Pak SBY. Dilihat dari wajahnya kita sudah tahu,” ungkapnya.

Hatta menambahkan, dua anaknya Ibu Ani juga merasakan duka yang mendalam. Dari kecil sampai dengan saat ini selalu dirawat oleh ibu tercinta. Sehingga memang berat cobaan yang didapat keluarga besar Yudhoyono ini.

“Ini kan kehilangan ibu kandung, itu berat sekali. Sangat berat. Mas Ibas dan AHY mereka ikhlas melepas ibunya. Tapi tetap saja rasa duka itu dalam,” pungkasnya.

Sekadar informasi, ‎Ani Yudhoyono meninggal dunia di Singapura pada Sabtu (1/6). Ia meninggal setelah dirawat sekitar empat bulan melawan penyakit kanker darah. Ani Yudhoyono kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6). (jpc)