Urus Visa AS, Pemohon Wajib Cantumkan Detail Media Sosial


FAJAR.CO.ID–Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menerapkan aturan kontroversial. Kali ini berkaitan dengan visa. Pemohon visa bagi para pendatang ke AS kini diwajibkan untuk menampilkan detail media sosial (medsos) mereka.Sebagaimana JawaPos.com kutip dari AssociatePress via TechCrunch, Departemen Luar Negeri AS mulai menerapkan persyaratan bagi seluruh pemohon visa AS wajib menyerahkan nama atau akun media sosial mereka, juga alamat email sebelumnya, dan nomor telepon. Persyaratan baru ini disebut dapat memengaruhi hingga 15 juta calon pelancong ke AS dan menjadi bagian dari pengetatan di bawah administrasi Trump.Aturan ini pertama kali diusulkan pada Maret 2018 lalu. Kini, Departemen Luar Negeri AS baru saja memperbarui formulir aplikasi untuk meminta informasi tambahan yang mewajibkan pemohon visa mencantumkan detail medsos mereka demi alasan keamanan nasional.“Keamanan nasional adalah prioritas utama kami untuk ajudikasi permohonan visa, dan setiap calon pelancong dan imigran ke AS wajib menjalani pemeriksaan keamanan yang luas,” kata pihak Departemen Luar Negeri AS kepada AssociatePress dalam keterangan tertulisnya.“Kami terus berupaya menemukan mekanisme untuk meningkatkan proses penyaringan kami untuk melindungi warga AS, sambil mendukung perjalanan yang sah ke Amerika Serikat,” lanjut keterangan tersebut.Aturan tersebut sebetulnya bukan aturan baru. Dahulu ada aturan serupa yang mekanismenya kurang lebih mirip. Ketika itu informasi tambahan termasuk email, nomor telepon, dan media sosial, hanya diperlukan bagi pelamar yang teridentifikasi mendapat pengawasan ekstra. Terutama bagi orang-orang yang telah melakukan perjalanan ke daerah-daerah dengan tingkat terorisme yang tinggi. Sekitar 65 ribu pelamar per tahun masuk dalam kategori itu.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR