Yenny Wahid Senang Mengenang Ani Yudhoyono Pakai Tas Hadiahnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Aktivis Yenny Wahid punya kenangan tersendiri ketika mengingat sosok Ani Yudhoyono. Memori itu diceritakannya usai menghadiri pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Minggu (2/6). Kisah paling dikenangnya ketika hadiah darinya dikenakan mendiang ibu negara ke-6 itu.

Kenangan itu terjadi pada 2 tahun lalu ketika pada momen 17 Agustus di Istana Negara. Saat itu Ani Yudhoyono mengenakan hadiah tas dari Yenny Wahid. “Dua tahun lalu bertemu 17-an di Istana, Bu Ani jawil saya, beliau pakai tas ulang tahun dari saya. ‘Eh nih saya pakai lho tasnya’, artinya beliau menghargai ya. Dan itu senang sekali,” jelas Yenny.

Viral Video Polisi Joget Atur Lalu Lintas, Pengamat Sebut Lebay

Kenangan lainnya ketika Ani Yudhoyono menyapa para stafnya dengan ramah. Hingga kenangan ketika Yenny menjenguk Memo dirawat di Singapura.

“Salah satu kenangan saat dirawat di Singapura dan saya jenguk, video call dengarkan suara beliau tegar bersemangat, namun ternyata beliau meninggalkan kita. Beliau tak pernah ungkapkan keluh kesah, selalu ditutupi. Bahkan terima kasih sudah dikunjungi,” kata Yenny.

Dijagokan Raih Ballon d’Or, Van Dijk: Messi Lebih Pantas

Yenny menilai Memo adalah sosok luar biasa tangguh pantang menyerah, bahkan sampai akhir hayatnya berjuang melawan
penyakitnya. Sosok perempuan yang setia pada suami, dan sosok yang perhatian terhadap keluarga serta anak-anaknya.

“Ketemu para stafnya menyapa, perlakukan dengan sopan. Bu Ani orang yang sangat punya keanggunan, beliau punya standar yang tinggi,” katanya.

Ani Yudhoyono juga dinilai sangat peduli tentang isu kesejahteraan ibu dan anak dengan mewujudkan ruang menyusui (laktasi) di ruang publik. Bekerja sama dengan UNICEF mengkampanyekan pemberian ASI eksklusif.

Tak Puas Selingkuhi Dua Petinggi Jaksa, Oknum Jaksa Ini Juga Selingkuh dengan Dosen

Yenny meminta potret Ani Yudhoyono menjadi semangat bagi para penyintas kanker lainnya agar tetap tangguh melawan kanker. Kunci utamanya adalah ikhlas dan pasrah namun tetap ikhtiar.

“Pasien penyintas kanker bilang bahwa memang kuncinya tawakal tapi tetap berusaha. Seperti Bu Ani, pasrah tapi tetap berikhtiar. Walupun ternyata karena penyakit yang menggerogoti itu kategori ganas sudah terlalu berat, sehingga badannya tak bisa menerima lagi,” jelasnya.

Masyarakat diimbau untuk terus melakukan pola hidup sehat dan cek kesehatan berkala sebagai upaya deteksi dini. Selain itu setiap individu juga harus bisa melakukan manajemen stres dan pola istirahat yang tepat. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment