Hindari 3 Penyebab Penyakit Selama Lebaran

Selasa, 4 Juni 2019 - 10:21 WIB
Ilustrasi sakit tenggorokan atau flu saat musim Lebaran. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID-– Setelah selesai berlibur selama Lebaran seringkali seseorang justru jatuh sakit. Alhasil, cuti atau masa libur yang harusnya selesai justru diperpanjang karena harus berobat atau dirawat di rumah sakit.

Menurut Ahli Endoskopi Gastrointenstinal yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, ada tiga kelompok penyakit yang akan terjadi di masa lebaran ini. Di antaranya, penyakit akibat kelelahan, penyakit kronik yang kambuh saat Lebaran dan penyakit yang muncul akibat ketiadaan asisten rumah tangga.

“Saya coba mengupasnya berdasarkan pengalaman klinis dan memadukan budaya Lebaran masyarakat kita,” ungkapnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

1. Penyakit Akibat Kelelahan

Penyakit yang biasanya terjadi segera setelah lebaran setelah seseorang menjalankan mudik yang melelahkan adalah penyakit infeksi pernapasan atas dan diare. Untuk sampai di kampung halaman saat mudik lebaran seseorang harus melakukan perjalanan yang melelahkan baik dengan kendaraan sendiri ataupun dengan kendaraan umum baik bus atau kereta api. Selain itu saat berbuka serta sahur selama dalam perjalanan cenderung untuk menkonsumsi makanan yang tidak cukup dan seadanya saja.

Sebagian besar pemudik bahkan hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang didapat selama perjalanan atau dibawa selama perjalanan. Sehingga keadaan ini akan menyebabkan daya tahan tubuh mereka menjadi menurun. Jika hal ini terjadi maka para pemudik mudah sekali mengalami penyakit flu atau infeksi saluran napas atas.

Selain itu selama di perjalanan kecenderungan untuk membeli makanan atau minum baik yang home made atau dalam bentuk kemasan selama perjalanan di mana keamanan dan kebersihan dari makanan tersebut perlu dipertanyakan. Sehingga seseorang itu juga mudah mengalami penyakit diare.

“Kedua penyakit ini baik infeksi saluran napas atas dan diare sangat mendominasi bagi para pemudik yang baru saja sampai dikampung halaman. Hal ini pun harus diantisipasi oleh Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah,” katanya.

Selain itu karena umumnya para pemudik ini kurang istirahat dan kurang bergerak saat diatas kendaraan biasanya para pemudik mengalami sakit kepala dan mengalami pegal-pegal sesampainya di kampung. Biasanya keadaan ini dapat diatasi dengan cukup tidur.

Masalahnya setelah sampai di kampung mereka cenderung tidak beristirahat karena keinginan untuk bersilahturahmi dengan keluarga dan kerabat di kampung. Keadaan ini akan memperparah daya tahan tubuh seseorang sehingga mudah mengalami berbagai penyakit terutama karena penyakit infeksi akibat virus baik berupa flu atau diare.

2. Penyakit Kronik yang Kambuh

Berbagai penyakit kronik umumnya cenderung akan mengalami kekambuhan setelah Lebaran. Selama berkunjung, individu biasanya mengomsumsi berbagai makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang disediakan ini biasanya akan lebih banyak dan bervariasi. Umumnya makanan dan minuman tersebut tinggi lemak, manis dan asin. Berbagai minuman kaleng yang bersoda juga disediakan selama Lebaran.

Tentunya bisa saja makanan-minuman ini juga dikonsumsi oleh seseorang yang sudah mempunyai penyakit kronik, penyakitnya dapat mengalami kekambuhan. Pasien dengan penyakit kencing manis akan cenderung gula darahnya menjadi tidak terkontrol. Pasien dengan penyakit darah tinggi tekanan darahnya menjadi tidak terkontrol. Pasien dengan hiperkolesterol atau asam urat tinggi maka keadaan kolesterol dan asam urat tingginya menjadi bertambah parah.

“Sakit maag yang sudah sembuh akan kembali kambuh karena makan tidak teratur dan mengkonsumsi makanan yang berlemak, coklat dan keju berlebihan,” ujar dr. Ari.

3. Penyakit Akibat Ketiadaan ART

Menjelang Lebaran dan 1 minggu setelah lebaran biasanya asisten rumah tangga juga ikut pulang kampung sehingga rumah kurang dibersihkan tidak seperti biasanya. Di sisi lain petugas pembuang sampah juga ikut libur sehingga banyak sampah yang bertumpuk dan belum terangkat.

Keadaaan ini biasanya menyebabkan lebih banyak lalat pada sampah yang bertumpuk tersebut, tikus-tikus akan lebih banyak berkeliaran karena begitu banyak sampah yang menumpuk selain itu juga nyamuk akan lebih banyak.

Lalat jelas membawa berbagai penyakit infeksi usus baik yang hanya diare sampai yang berat seperti demam thypoid. Tikus merupakan vector yang penting untuk terjadi penyakit demam kuning atau leptospirosis. Nyamuk terutama yang berada sekitar rumah tentu akan menjadi sumber penyakit jika nyamuk tersebut merupakan nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus Demam Berdarah. Oleh karena itu tetap harus diperhatikan kebersihan di dalam dan sekitar rumah, hindari air-air tergenang yang potensial tempat hidupnya jentik nyamuk pembawa virus maut tersebut.