Inilah Pentingnya Mengapa Kita Harus Memaafkan

Selasa, 4 Juni 2019 20:18

Namun tak disangka, jawaban Nabiullah Muhammad justru sebaliknya;

لَا بَلْ أَرْجُوْ أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ وَحْدَهُ، وَلَا يُشْرِكُ ِبهِ شَيْئًا

“Tidak, bahkan aku berharap agar Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun juga.” [HR. Muslim]

***

Begitulah pribadi Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam, tauladan umat Islam sedunia.

Betapa besar kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam kepada umatnya. Bayangkan jika yang menemani itu adalah kita, betapa sakit dan marahnya perasaaan Zaid bin Haritsah ketika Nabi dicerca dan dilempari batu oleh penduduk Thaif?

Untungnya yang menjadi Rasul adalah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Coba seandainya kita, mungkin sudah memerintahkan malaikat mengangkat gunung.

Itulah gambaran sifat pemaafnya Rasulullah Shallallahu “Alaihi Wassallam, meski beliau disakiti dan dianiaya oleh umatnya sendiri.

Amalan Berat

Pemaaf adalah sifat yang sangat terpuji yang Allah sifatkan kepada hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Karena beratnya amalan ini, sehingga Allah Subhanahu Wata’ala mengutip secara khusus dalam Surat Ali Imron ayat 133-134;

Bagikan berita ini:
1
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar