Mabes Polri Ungkap Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri, Ternyata Penjual Gorengan

Selasa, 4 Juni 2019 - 12:31 WIB

FAJAR.CO.ID,JATENG–Mabes Polri mulai mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri di pos pantau Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6). Hal ini diketahui berdasarkan penggeledahan di rumah orang tua pelaku. Dari pengakuan keluarga terungkap pelaku sehari-hari mencari rezeki dari berdagang gorengan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku berinisial RA itu masih berusia 22 tahun. Fakta ini cocok diketahui dari pencocokan sidik jari pelaku dengan cap sidik jadi ijazahnya. “RA, usianya 22 tahun, kelahiran tahun 1997, yang bersangkutan pekerjaannya adalah swasta,” ujar Dedi di Mabes Polri Jalan Trunonjoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/6).

Dedi menerangkan, status RA belum menikah. Dari ijazah yang ditemukan di rumah orang tuanya, pelaku hanya tamatam Sekolah Menengan Atas (SMA) atau sederajat. Saat ditegaskan jenis pekerjaan swasta pelaku, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menjawab bahwa yang bersangkutan berjualan gorengan. “Dodolan (jualan, Red), tukang gorengan,” ucapnya.

Sebelumnya Dedi juga mengatakan, dari keterangajnorang tua dan kakak RA, pelaku terkenal pendiam, jarang bergaul dengan masyarakat setempat. “Kalau (keterangan) orang tua dan kakaknya, pelaku memiliki kecenderungan diam, jarang komunikasi dan sosialiasi,” ujar Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (4/6).

Pelaku juga serung keluar tanpa pamit ke pihak keluarga. Termasuk saat kejadian bom bunuh diri, pelaku pergi begitu saja dari rumah menggunakan sepeda motor bebek. “Kejadian bom bunuh diri kemarin RA juga nggak pamit. Langsung keluar dengan sepeda motor enggak tahu kemana tiba-tiba meledak,” terang Dedi.

Diketahui, Bom bunuh diri terjadi di depan Pospam Lebaran 2019 yang terletak di simpang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Senin (3/6) malam pukul 23.00. Salah satu pelaku peledakan mengalami luka serius di bagian dadanya.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memastikan sumber ledakan adalah bom yang dibawa pelaku.

“Bom itu meledak tepat di pintu masuk Pospol Satlantas Polres Sukoharjo di pertigaan tugu Kartasura, Sukoharjo. Satu orang jadi korban yang juga diduga sebagai pelaku itu sendiri,” ujar Rycko usai meninjau lokasi kejadian, Selasa (4/6).

Pelaku mengalami luka parah pada bagian perut akibat terkena bahan peledak dan sepihan. Pelaku masih hidup dan kritis. “Sesuai prosedur penyelidikan, kami sedang olah tempat kejadian perkara untuk menentukan jenis bahan peledak, komposisi, dan profile pelaku,” kata dia.

Kapolda menyebut pada saat kejadian ada tujuh anggota satlantas yang mengatur lalin di pertigan tugu Kartasura yang menghubungkan antara Solo-Jogja-Semarang. Tiga orang turun di lapangan mengatur lalin. Empat orang berada di dalam pospol satlantas saat terjadi ledakan bom. (JPC)