Pangkoopsau II Salat Id Bersama Masyarakat Daya

Rabu, 5 Juni 2019 - 21:23 WIB
Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi memberi sambutan pada pelaksanaan Salat Id di Lapangan Apel I Makoopsau II Daya.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II Marsda TNI Henri Alfiandi melaksanakan Salat Idul Fitri 1440 H/2019 M, bersama masyarakat Kelurahan Daya di Lapangan Apel I Markas Koopsau II, Rabu (5/6/2019).

Selain Pangkoopsau II, tampak pula Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II Ny. Henri Alfiandi dan pengurus PIA Ardya Garini Daerah II Koopsau II, Kepala Staf Koopsau II Marma TNI Andi Kustoro beserta Ibu.

Turut serta Pangkosekhanudnas II Marsekal Pertama TNI Yulianta beserta Ibu,  Para Pejabat Makoopsau II, Para Perwira, Bintara, Tamtama, Pegawai Negeri Sipil Makoopsau II dan sekir 15.000-an umat Muslim yang berada di sekitar Daya.

Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi dalam sambutannya mengatakan, Idul fitri pada hakekatnya memiliki makna yang mendasar untuk kembali kepada fitrah serta bersih dari segala dosa dan kesalahan.

“Setelah kita melaksanakan ibadah puasa secara khusyuk sebulan penuh, di samping ibadah puasa, kita juga telah menyempurnakannya dengan menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama manusia utamanya bagi fakir miskin,” jelas Pangkoopsau II.

Dengan demikian, terang Pangkoopsau II, pada gilirannya akan berdampak positif terhadap peningkatan semangat prajurit yang  berjiwa ksatria, militan, loyal dan profesional, serta pengendalian diri dan kreativitas dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Ustadz  Dr. H. M. Ishaq Samad,  Lc., MA, dalam Khutbahnya mengatakan, untuk meraih kemenangan, dibutuhkan perjuangan. “Hidup adalah perjuangan, dan yang namanya perjuangan sangat dekat dengan pengorbanan. Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Para pahlawan, pejuang sejati adalah mereka yang paling banyak berkorban. Sedangkan pengorbanan identik dengan kesulitan, kesusahan, serta ketidaknyamanan,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjutnya, siapa pun yang hidup pasti akan berhadapan dengan aneka kesulitan dan kesusahan. Dengan kata lain, manusia yang hidup akan dihadapkan pada beragam ujian. (lis)