Salat Id di Unifa, Khutbahnya Mengenai Menjemput Anugerah Allah SWT 

Rabu, 5 Juni 2019 - 10:14 WIB

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Anugerah Allah SWT tidak terbatas. Pada hari Idulfitri anugerah tersebut melimpah dan sudah semestinya dibagikan kepada semua orang.

Khatib Idul Fitri di Unifa, Erwin Baharuddin menyatakan, malam Idul Fitri adalah malam anugrah. Hari Idulfitri adalah hari anugrah. Setiap hamba bisa menyampaikan permohonan, baik untuk dunia maupun akhirat.

“Sekalipun kita sembunyikan permohonan itu dalam lubuk hati yang paling dalam, Yang Mahakasih akan mengetahuinya. Dialah ‘Ālimul khafiyyāt. Dialah Sāmi’ul ashwāt. Dialah yang mengetahui yang tersembunyi,” papar Erwin Idulfitri, Rabu, 5 April di Unifa 2019.

Pada hari idulfitri, lanjutnya, setiap hamba bisa meminta apapun. Mohonkan apa pun pada hari ini. Insya Allah, Tuhan tidak akan menolak doa.

“Namun tidak ada yang menjamin doa-doa itu dikabulkan jika seorang muslim durhaka kepada orang tua, memutuskan persaudaran diantara sesama, dan menyebarkan kebencian dan permusuhan,” tegas Erwin.

Ketua Umum Korps Mubaligh/Mubalighah Dewan Masjid Indonesia Sulsel ini menegaskan untuk setiap muslim selepas salat Idulfitri untuk menemui orangtua terlebih dahulu. Dan mengakui segenap kasih sayang melimpah yang telah diberikan.

“Mohon lah maaf bahwa kamu tidak sempat mengunjungi mereka, meluangkan waktu untuk mereka, bahkan untuk sekedar menyapa,” imbuhnya.

Sedangkan bagi umat muslim yang sudah kehilangan orang tua dan tidak sempat membahagiakan mereka, maka dianjurkan bersedekahlah atas nama orangtua.

“Ziarahi pusara mereka, kunjungi karib kerabat dan teman-teman mereka. Ucapkan dengan kebeningan hatimu, “Allahumma adkhil ‘ala ahlil quburis surur. Rabbighfir li wa liwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira.”papar Direktur Eksekutif Nurain Institute ini.

Usai salat Idulfitri, lanjut Erwin, curahkan anugrah Allah dengan mengeratkan tali kasih sayang dengan sesama manusia: temui karib kerabat, handai tolan, tetangga, dan semua orang bahkan dengan sesama makhluk Allah, apa pun agamanya dan apapun keyakinannya.

“Terutama orang-orang yang lewat tangan mereka Allah telah mengalirkan nikmatnya pada kamu. Julurkan tanganmu untuk meminta maaf, bersihkan hatimu dari dendam, dengki dan kebencian,” imbuh dosen Fakultas Hukum Universitas Bosowa ini.

Selanjutnya penting menurut Erwin untuk mencurahkan anugrah Allah dengan menghentikan hujatanmu kepada saudara-saudara seagama yang berbeda paham.

Bukakan pintu ijabah dengan menutup mulut kamu dari fitnah dan pergunjingan.

“Gantikan kata-kata yang membakar permusuhan dengan kalimat-kalimat yang menyejukkan persaudaraan,” jelasnya.

Dengan segenap tindakan di atas, maka kata Erwin segenap anugerah Allah SWT akan mampu diraih oleh ummat islam. (wis)