3 Efek Samping Jika Luluran Setiap Hari

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Luluran telah dikenal sejak lama sebagai salah satu metode perawatan kulit untuk mempercantik diri. Tak sedikit kaum wanita yang rela meluangkan waktunya demi melakukan luluran setiap hari karena dianggap akan membuat kulit lebih cantik dan bersih. Namun, apakah luluran setiap hari benar-benar bisa mempercantik kulit tanpa memberikan dampak lain?

Luluran adalah salah satu metode scrubbing dengan mengoleskan bahan lulur ke area kulit disertai dengan pemijatan. Tujuan utama dari jenis perawatan kulit ini adalah untuk mengangkat sel-sel kulit mati.

Luluran juga termasuk dalam metode eksfoliasi (pengelupasan) kulit dengan cara mekanik menggunakan bahan lulur. Pengelupasan kulit sendiri dapat ditempuh dengan empat cara, yaitu kimia, chemical peeling, mekanik hingga mencabut rambut.

Sel-sel kulit mati yang menumpuk bisa menyebabkan kulit menjadi kusam dan terasa kasar saat diraba, sehingga bila sel-sel kulit mati diangkat dari kulit akan membuat kulit tampak lebih cerah, halus, dan lembut.

Sebenarnya, kulit memiliki kemampuan untuk melepaskan sel kulit matinya sendiri, yang dikenal sebagai siklus kulit. Regenerasi kulit ini normalnya terjadi setiap 28 hari, diartikan sebagai sel kulit dari dasar hingga sampai puncak mati membutuhkan waktu selama 28 hari.

Manfaat luluran

Selain bisa menjaga kecantikan, luluran ternyata juga dapat menjaga kesehatan. Luluran dapat berfungsi untuk mencerahkan, melembapkan, menghaluskan, melembutkan, bahkan melawan tanda-tanda penuaan. Dengan melakukan luluran, tubuh akan terasa lebih rileks dan segar. Pijatannya bisa meningkatkan sirkulasi darah yang akan berdampak positif pada kulit maupun tubuh.

Manfaat lain dari luluran juga bergantung dengan bahan yang terkandung dalam produk lulurnya. Biasanya, bahan lulur terdiri dari partikel kecil seperti pasir yang membantu menghilangkan sel kulit mati.

Lulur terbagi dalam dua jenis scrub, yaitu kasar dan lembut. Lulur berjenis scrub halus, akan lebih aman untuk digunakan lebih sering dibandingkan dengan scrub kasar.

Anjuran yang disarankan untuk melakukan luluran adalah dua hingga tiga kali seminggu untuk kulit normal dan kombinasi, serta satu kali seminggu untuk jenis kulit sensitif. Kulit kombinasi ditandai dengan kulit berminyak pada daerah T-zone (dahi dan hidung) dengan pipi yang kering. Sementara kulit sensitif ditandai dengan mudah merah dan iritasi.

Frekuensi ideal untuk melakukan luluran juga sangat bergantung dengan aktivitas Anda. Jika sering terpapar sinar matahari atau banyak aktivitas di luar ruangan, Anda mungkin perlu lebih sering melakukannya.

Dampak jika terlalu sering luluran

Namun hati-hati, meski memiliki manfaat bagi kesehatan, Anda tetap tak boleh terlalu sering luluran.

Lapisan teratas kulit merupakan lapisan pelindung, sehingga bila terlalu sering luluran akan menganggu lapisan tersebut. Terganggunya lapisan pelindung kulit ini akan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet, sehingga menyebabkan mudah merah dan terbakar.

Selain itu, luluran setiap hari juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan kulit, seperti:

1. Kulit kering

Kulit kering timbul akibat kelembaban kulit yang hilang karena terkikisnya minyak alami karena terlalu sering luluran.

2. Keriput

Saat kulit semakin menipis, akan lebih mudah timbul kerutan yang merupakan salah satu tanda penuaan.

3. Radang

Sel-sel kulit yang baru tumbuh akan terkelupas kembali saat melakukan luluran setiap hari, sehingga kulit akan lebih mudah teriritasi hingga meradang.

Bahkan pada mereka yang memiliki jenis kulit normal, luluran setiap hari dapat memicu kering berlebih, iritasi, kemerahan, hingga pembuluh darah rusak. Namun, sama sekali tidak melakukan luluran juga dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati yang akan menyumbat pori-pori, sehingga berisiko menimbulkan jerawat.

Untuk mempercantik diri, luluran memang telah menjadi metode yang terbukti keberhasilannya. Tapi ingat, segala sesuatu tak boleh dilakukan secara berlebih, termasuk luluran. Jika Anda luluran setiap hari, bukan kecantikan kulit yang didapat, melainkan justru kerusakan kulit. Karena itu, Anda perlu bijak dalam menentukan seberapa sering melakukan jenis perawatan ini. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...