Air Nav Terima 28 Laporan Balon Udara Ganggu Penerbangan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS — Sebanyak 28 laporan pilot yang diterima Air Nav Kantor Cabang Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC) tentang keberadaan balon udara yang mengganggu penerbangan.

Dari 28 laporan tersebut, 13 di antaranya masuk dalam wilayah pengendalian Air Nav Kantor Cabang Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC).

Hal itu diungkapkan Deputy GM Perencanaan dan Evaluasi Operasi AirNav Cabang MATC, Davitson Aritonang, Kamis, 6 Juni 2019.

“Kami mencatat ada 28 kali laporan yang masuk, 13 di antaranya adalah menjadi bagian dari pengendalian lalu lintas di Makassar. Sedangkan sisanya yang ada di terminal-terminal di bawah area Control Center Makassar seperti Jogjakarta, Semarang, dan Surabaya,” katanya.

Dia mengaku telah melakukan sosialisasi via Air Nav Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Navigasi Penerbangan mengenai bahaya balon udara.

“Kita sudah melakukan sosialisasi saat ramadan tentang bahaya balon udara yang dilepas secara bebas yang dapat memasuki ruang udara. Di mana banyak pesawat yang beroperasi diarea tersebut,” jelasnya.

Apabila balon udara masuk ke dalam mesin pesawat atau bahkan mungkin menghambat saluran udara akan memengaruhi kinerja pesawat.

“Maka akan mengganggu operasional pesawat tersebut dan akan berakibat fatal. Kemungkinan pilot meminta pendaratan darurat,” katanya.

Sosialisasi ini khususnya dilakukan di beberapa wilayah di Jawa Tengah yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara raksasa saat lebaran seperti Wonosobo dan Pekalongan.

“Saat ramadan lalu, kita sudah sosialisasi langsung ke masyarakat seperti di Wonosobo dan Pekalongan terkait bahaya balon udara bagi penerbangan kita,” sebutnya.

Olehnya itu dia mengimbau agar balon udara apapun itu untuk tidak diluncurkan. (rin)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...