Riau Satu

Kamis, 6 Juni 2019 09:30

Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID–Kalau saja tidak ada unsur korupsinya. Kalau saja niatnya tulus. Saya harus angkat topi.Skema PLTU Riau-1 itu sangat bagus. Baguuuuuuus.Semua pihak diuntungkan. BUMN/PLN diuntungkan: punya saham mayoritas (51 persen) hanya dengan setor uang kontan 10 persen.Negara diuntungkan: mendapat sumber listrik murah. Hanya 5,6 cent USD/kWh (Bandingkan solar cell sekitar 12 cent USD).Pengusaha diuntungkan: dapat proyek. Lebih diuntungkan lagi: tambang batu baranya di Peranap (Riau) laku.Simaklah uraiannya berikut ini. Sedikit agak teknis. Jangan dibaca di saat lapar puasa mencapai puncaknya.Pertama: soal saham.Saya awalnya ragu. Mana ada pengusaha swasta yang mau minoritas (49 persen) tapi harus setor 90 persen. Mana ada perusahaan swasta yang berpartner dengan anak PLN yang partnernya itu hanya setor 10 persen. Mana ada bank yang mau memberikan pinjaman dengan skema saham seperti itu.Ternyata ada. Contohnya PT Samantaka. Anak perusahaan Black Gold. Milik Johannes Kotjo dan Setya Novanto itu.Tentu Samantaka hanya setor 49 persen. Sesuai porsinya. Lalu Samantaka harus meminjami anak perusahaan PJB (anak perusahaan PLN) sebesar 41 persen.

Bagikan berita ini:
4
5
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar