Bentrok Warga di Kabupaten Buton, 871 Warga Mengungsi

Jumat, 7 Juni 2019 - 21:00 WIB
ILUSTRASI/INT

FAJAR.CO.ID.SULTRA– Bentrok yang terjadi di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara berujung diungsikannya 871 masyarakat di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara ke desa lain. Mereka diungsikan akibat 87 rumah di desanya dibakar oleh sekelompok pemuda dari Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

“Warga saat ini mengungsi, yang terdata sampai sampai saat ini ada 871 jiwa,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Goldenhart saat dikonfirmasi, Jumat (7/6).

Harry menuturkan, saat ini wilayah Kabupaten naik jadi Siaga 1. Meskipun pada Kamis (6/6) sempat kondusif. Aparat keamanan pun memperketat penjagaan, saat ini sudah disiagakan dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau 200 personel Brimob.

“Untuk anggota Polda Sultra kita melaksanakan siaga 1. Saat ini sudah ada 2 SSK Brimob dan 2 SST TNI dari Korem Haluoleo,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, 87 unit rumah di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, habis dilalap sijago merah. Terbakarnya rumah tersebut dilakukan oleh sekelompok pemuda dari Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Kejadian tersebut bermula, pada Selasa (4/6) sekitar pukul 21.00 WITA, saat sekelompok pemuda dari Desa Gunung Jaya melakukan pawai motor melintasi Desa Sampuabalo dengan cara mengegas sepeda motornya. Sehingga memancing kemarahan masyarakat dari Desa Sampuabalo.

Lalu, pada Rabu (5/6), sekitar pukul 13.00 WITA, pemuda dari Desa Sampuabalo menggunakan motor hendak menuju ke SP1 atu Ambuau untuk menemui keluarganya dalam rangka silaturahim

“Pada saat melintasi Desa Gunung Jaya pemuda tersebut langsung di busur dan mengenai dada sebelah kiri, dan pemuda tersebut langsung kembali ke Desa Sampuabalo melaporkan kejadian tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Goldenhart Santoso, Kamis (6/6).

Masih dihari yang sama, sekitar pukul 14.00 WITA, sekelompok pemuda berjumlah kurang lebih 100 orang dari Desa Sampuabalo melakukan penyerangan ke Desa Gunung Jaya dengan melemparkan batu ke rumah-rumah warga. Sehingga masyarakat Desa Gunung Jaya membalas dengan lemparan batu tersebut.

“Karena banyaknya pemuda dari Desa Sampuabalo, sehingga masyarakat Desa Gunung Jaya langsung lari dan mengamankan diri di Desa tetangga dan beberapa pemuda dari Desa Sampuabalo langsung membakar rumah dengan menggunakan, bom molotov dan bensin,” pungkasnya.(JPNN)