Soal Dana Incenerator, Dirut RSUD Latemmamala: Hanya Minta Berkas Dilengkapi

Jumat, 7 Juni 2019 - 08:20 WIB
RSUD Latemmamala Soppeng.

FAJAR.CO.ID, MAKASSSAR — Direktur Utama RSUD Latemmamala Soppeng Dr Nirwana membenarkan pihaknya telah melakukan pertemuan terbatas terkait kasus Incenerato yang dilaporkan penggiat LSM di Soppeng.

“Iyah pernah ada turun tim dari inspektorat provinsi minggu lalu, itu atas instruksi langsung dari auditor KPK pusat dan provinsi, untuk mendampingi auditor inspektorat daerah, saat kami pertemuan Mei lalu di kantor Inspektorat Sulsel,” kata Nirwana.

Dikatakan Nirwana, sebenarnya laporan ini dugaan mark-up ini telah lama bergulir, sudah empat kali dilakukan pemeriksaan oleh inpektorat. Jadi yang terakhir ini hanya kelengkapan berkas saja jadi semua berjalan normal saja,” kata Nirwana kepada FAJAR, Jumat 7 Juni 2019.

Oleh pihak pelapor LSM di Soppeng kasus ini terus bergulir hingga dipantau Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah-KPK) dari Jakarta.

Tim Pemprov Sulsel juga sudah membahas kasus ini dalam rapat bersama dengan pihak rumah sakit, Senin 3 Mei 2019 lalu dilanjutkan 27 Juni 2019 sebelum Idulfitri. “Kalau mauki datang ambil ke kantormi saja dek. Tim kami siap untuk memberikan penjelasan,” jelasnya.

Proyek incenerator RSUD Latemmamala Soppeng ini dianggarkan senilai Rp3,2 miliar.

Nirwana juga meminta berita tetang alat cuci darah yang dilaunching Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak awal tahun lalu tak ada kaitan dengan objek incenerator yang diperiksa Inspektorat ini. “Jadi tolong diluruskan suapaya pembaca tidak berpikir macam-macam. Kalau tidak salah bacaka di situ ada pernyataan bahwa dana sekian miliar baru satu yg realisasi, yaitu alat cuci darah,” ungkapnya. (aci)