Aru: Politisi Itu Tidak Mati Satu Kali

Sabtu, 8 Juni 2019 - 16:17 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ketua DPRD Makassar dua periode Farouk M Betta mengemukakan politisi dapat terbunuh berkali-kali dalam politik. Setelah terbunuh, politisi tersebut dapat bangkit kembali.

Hal itu diutarakan Ketua DPD II Golkar Makassar tersebut menyusul dirinya gagal pada Pileg 2019 ini.

“Harus diingat, politisi itu tidak mati satu kali, jadi jangan khawatir. Berkali-kali mengalami situasi yang sulit di politik adalah hal yang normal,” kata Aru, sapaan karibnya, Sabtu, 8 Juni.

Menurut dia, politisi gampang bangkit kembali. Gagal dalam satu momen pemilu, bagi Aru, bukan suatu alasan sampai berhenti di dunia politik. “Politik itu persoalan momentum,” singkatnya.

Aru di Partai Golkar terbilang sudah cukup lama. Sebelum berada di jabatan Ketua Golkar Makassar, ia tercatat pernah menjabat Sekretaris Golkar Makassar di tiga periode yakni, Ilham Arief Sirajuddin, Ambas Syam dan (alm) Supomo Guntur.

Tak heran, tiga generasi tokoh kenamaan di Sulsel yang pernah memimpin DPD I Golkar Sulsel selalu memberinya kepercayaan.

Mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang saat itu memimpin Beringin Rindang memberinya amanah untuk menjadi Sekertaris Golkar Makassar. 

Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang juga mantan Gubernur Sulsel dua periode memberinya kepercayaan sebagai Wakil Ketua Golkar Sulsel. Ini sekaligus memberinya amanah besar sebagai Ketua DPRD Makassar.

Diera Nurdin Halid, Farouk kembali ke Kota Makassar dengan menjadi pimpinan tertinggi. Kursi Ketua DPRD yang dipercayakan terhadapnya tak tergoyah. “Hampir setengah dari umurku saya hanya mengurus Partai Golkar,” jelasnya. 

Sekadar diketahui, selain di partai politik, Aru mendapatkan kepercayaan memimpin sejumlah organisasi besar diantaranya, Ketua Majelis Mustasyar, Ketua organisasi kepemudaan Karang Taruna Sulsel, hingga menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar. (taq)