Ancaman Trump Paksa Presiden Meksiko Ingkar Janji

Minggu, 9 Juni 2019 15:37

FAJAR.CO.ID, MEKSIKO – Meksiko seharusnya jadi negara saudara bagi para warga Amerika Tengah lainnya. Terutama para imigran yang ingin mencari suaka ke Amerika Serikat. Sebuah mural di pinggiran Sungai Suchiate, pembatas antara Meksiko dan Guatemala, jadi buktinya.Menurut laporan Agence France-Presse, sebuah gambar jaguar yang mengaum untuk melindungi kelompok imigran terpampang jelas di sisi Meksiko. Di bawah gambar itu, pesan tegas tertulis. “Semoga tak ada yang bisa menghentikan kita”.

Andre Rosiade: Informasi Itu Didapatkan Pak Prabowo Langsung dari Pak SBY

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador memberikan pesan serupa. Saat berkampanye, dia menjanjikan bahwa pencari suaka dari “Segi Tiga Utara”, Guatemala, Honduras, dan El Salvador, bakal dijamin keamanannya. Janji yang ditegaskannya usai resmi dilantik Desember tahun lalu.Namun, belum juga setengah tahun, sikap Meksiko berganti. Mereka takut dengan ancaman Presiden AS, Donald Trump. Kekecewaan imigran dari Amerika Tengah pun memuncak saat Meksiko menyerah terhadap tuntutan Trump pekan ini.

Korban Kerusuhan di Buton Dibantu Rumah Desa

“AS sudah mencapai kesepakatan dengan Meksiko. Dengan demikian, rencana kenaikan tarif impor bakal ditangguhkan tanpa batas waktu,” ujar ayah Ivanka Trump itu sebagaimana diberitakan Washington Post.Ya, Meksiko setuju untuk memperketat penjagaan perbatasan mereka dengan Guatemala. Mereka sudah mengerahkan 6 ribu personel tambahan. Padahal, otoritas Meksiko sudah menahan 51 ribu di antara total 300 ribu imigran yang datang ke negara Sombrero itu. Naik 17 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Komentar