Begini Alasan Demokrat Minta Prabowo Bubarkan Koalisi

Minggu, 9 Juni 2019 - 15:50 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachlan Nashidik meminta Prabowo Subianto dan Joko Widodo membubarkan koalisi untuk menyiapkan diri menghadapi sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Rachlan, pembubaran koalisi bisa mengurangi tensi perpecahan di akar rumput.

“Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan capres. Tak melibatkan peran partai. Saya usul, Anda segera bubarkan koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Andalah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung,” cuit Rachlan melalui akunnya di Twitter, Minggu (9/6).

Andre Rosiade: Informasi Itu Didapatkan Pak Prabowo Langsung dari Pak SBY

Rachlan melanjutkan, mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput. “Artinya mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa,” tambah dia.

Lebih lanjut, kata Rachlan, siapa pun nanti yang setelah sidang MK menjadi presiden terpilih, dipersilakan memilih sendiri para pembantunya di kabinet.

Penumpang Dibatasi di Pelabuhan Mamuju

Kenangan partai mana yang setia dan berguna bagi direksi politik presiden terpilih tak akan pupus karena koalisi sudah bubar. “Begitulah sistem presidensial,” tambahnya.

Karena itu, Rachlan mengingatkan kepada Prabowo dan Jokowi untuk bertindak benar. Dalam situasi ini, menurut dia, perhatian utama perlu diberikan pada upaya menurunkan tensi politik darah tinggi di akar rumput.

“Membubarkan koalisi lebih cepat adalah resep yang patut dicoba. Gugatan di MK tak perlu peran partai,” pungkas dia. (jpnn)