Dari Pengusaha Kayu, Kini Jadi Pengusaha Tambang, Setelah Sukses Beli Mobil Jenazah

Minggu, 9 Juni 2019 - 08:50 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Bantu Mobil Jenazah, Pekerjakan 70 Warga Lutim Masyarakat Mahalona patut berbangga dengan kehadiran pengusaha lokal.

Keberadaannya memberi manfaat bagi masyarakat Towuti. Syahruddin, Malili Namanya, Syarif SM, lelaki kelahiran Wawondula, pada 3 Mei 1985 sukses merambah jasa usaha bidang mining atau tambang. Berdarah asli Mahalona telah berhasil mendirikan PT Putra Mahalona.

Meski lahir di Wawondula, tetapi Syarif merantau  di Samarinda, Kalimantan Timur. Di daerah penghasil Batubara ini dibesarkan oleh kedua orang tuanya. Tamat dari SMAN 4 Samarinda, Syarif kembali ke Timampu, Kecamatan Towuti tahun 2008. Pria berusia 34 tahun ini ikut mengelola usaha kayu bersama pamannya Haji Musta. Dua tahun menjadi karyawan, dia lalu diberi kepercayaan untuk mandiri. Usaha kayu yang digelutinya cukup gemilang.

Namun, kebijakan pemerintah memperketat perdagangan kayu membuatnya harus berpikir ulang. Pengiriman kayu  ke Makassar bersama pengusaha kayu lainnya, ditangkap oleh Polres Luwu tahun 2012. Pada tahun itu juga, pria ini lalu mengadu keberuntungan dengan mendaftarkan perusahaannya sebagai Sub PT Vale Indonesia. Dia mendirikan perusahaan perseroan terbatas bernama PT Putra Mahalona.

Awalnya, hanya sebagai perusahaan lokal yang bergerak di bidang suplayer sejak 2012 hingga 2013. Kemudian, dipercaya menjadi sub kontraktor bidang mining atau tambang. Tahun 2013 hingga 2016. Kemudian, tahun 2016 hingga sekarang dipercaya menangani langsung proyek mining di PT Vale Indonesia Sorowako. Hasil keuntungan perusahaan ini dibelikan mobil jenazah dan diserahkan kepada Camat Towuti Alimuddin Nasir, untuk dimanfaatkan masyarakat daerah tersebut.

”Ini sebagai tanggungjawab saya unt membantu masyarakat setelah diberikan reski oleh Allah Swt. Saya infakkan untuk masyarakat sekitar,”kata Syarif, kepada FAJAR.

Sebagai pengusaha lokal mitra perusahaan tambang PT Vale tentu dituntut memberi kontribusi pemerintah daerah dan masyarakat lokal Towuti. Perusahaan PT Putra Mahalona telah memperjakan putra daerah Luwu Timur sebanyak 70 orang.

Sementara bantuan mobil jenazah tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan khususnya PT. Putra Mahalona kepada masyarakat. Camat Towuti, Alimuddin Nasir dalam sambutannya pada penyerahan mobil tersebut mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada PT. Putra Mahalona sebagai salah satu perusahaan lokal yang peduli terhadap masyarakat di sekelilingnya, bertepatan di momen hari Raya Idhul Fitri 1440 H. Mobil tersebut, lanjut Alimuddin, nantinya akan digunakan untuk mengantar Jenazah dari rumah duka ke pemakaman serta menjemput jenazah Towuti yg meninggal di rumah sakit PT. Vale Sorowako.

“Olehnya itu, saya selaku Pemerintah dan atas nama masyarakat Kecamatan Towuti mengucapkan terima kasih Kepada saudara Syaiful yang kita sapa Bang Iful sebagai Owner PT. Putra Mahalona yang telah memberikan bantuan mobil jenazah bagi masyarakat Towuti,” urai Alimuddin.

Camat Towuti ini mengajak semua masyarakat Towuti untuk mendoakan agar PT. Putra Mahalona beserta seluruh karyawan perusahaan ini agar senantiasa diberikan pahala yg berlimpah ganda serta diberikan kemudahan Rezeki dan diberikan kesehatan, kekuatan dan dimudahkan semua urusannya oleh Allah SWT. Atas bantuan ini, Camat Towuti ini berharap kepada semua pengusaha-pengusaha lokal PT. Vale yang bemukim di Kecamatan Towuti agar dapat mengikuti jejak PT. Putra Mahalona sebagai perusahaan lokal yang dimiliki oleh putra asli Luwu Timur untuk membantu Pemerintah daerah khusunya dalam pelayanan masyarakat di bidang Sosial kemasyarakatan.

“Kepada saudaraku pengusaha yg ada di wilayah Kecamatan Towuti agar dapat menginfakkan sebagian hartanya kejalan Allah dalam bentuk yang lain, karena saya yakin masih banyak keluarga kita yang kurang beruntung dan sangat membutuhkan bantuan kita semua,” ajak Alimuddin Nasir.(shd)