Praveen/Melati Gagal, Asisten Pelatih: Mereka Miliki Penyakit Tidak Konsisten

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, AUSTRALIA–Asisten pelatih ganda campuran PBSI, Nova Widianto mengakui bahwa sektor binaannya masih harus bekerja ekstra keras demi bisa mengimbangi performa ganda campuran Tiongkok. Hal ini dikatakan Nova setelah Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal meraih gelar juara Australia Terbuka 2019 usai dikalahkan Wang Yilyu/Huang Dongping, Minggu (9/6).

Untuk diketahui, Praveen/Melati sebenarnya tampil cukup menjanjikan di Australia Terbuka 2019. Mereka mendapatkan tiket final setelah mengandaskan beberapa pasangan tangguh seperti Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia) dan Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang).

Sayang, mereka lagi-lagi tidak berkutik di hadapan Yilyu/Dongping. Bersua untuk yang kelima kalinya, Praveen/Melati gagal memetik kemenangan pertama mereka atas pasangan nomor 2 dunia itu setelah kalah 15-21 dan 8-21.

DPR Ingatkan Dampak Buruk Perang Dagang AS-Tiongkok

Tak hanya dari Yilyu/Dongping, Praveen/Melati yang notabene saat ini merupakan salah satu ganda campuran andalan Indonesia juga urung bisa mengatasi pasangan superior Tiongkok lainnya, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Mengomentari hal ini, Nova mengakui bahwa masih ada jurang pemisah yang cukup besar antara Praveen/Melati dan dua pasangan Negeri Tirai Bambu tersebut. Mereka wajib berlatih lebih keras. Apalagi, Olimpiade Tokyo 2020 sudah semakin dekat.

“Kita harus (latihan, Red) ekstra lagi buat ngejar dua pasangan Tiongkok ini. Pasangan yang lain sudah bisa diatasi. Tinggal dua pasangan Tiongkok ini saja. Mereka memang lebih kuat, dan kita harus akui itu,” kata Nova.

Hanya Jojo yang Pulang dengan Kepala Tegak

Secara pola permainan, Nova mengatakan bahwa Praveen/Melati sebetulnya menunjukkan perkembangan signifikan sejak pertama kali dipasangkan tahun lalu. Namun, Praveen/Melati punya ‘penyakit’ yang juga dimiliki beberapa pemain Indonesia lain: tidak konsisten.

“Masalah fokusnya harus dibenahi. Mereka sering eror dan tidak konsisten. Mereka harus bisa lebih tahan lagi dalam bermain. Melati juga harus ditingkatkan defense-nya untuk bola-bola belakang. Pertandingan tadi sebetulnya ramai, tapi mereka kurang tahan. Pertahanan Tiongkok juga susah sekali ditembus,” ujar Nova. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...