Apel Khusus Halal Bihalal di Makoopsau II serta Lanud Sultan Hasanuddin

Senin, 10 Juni 2019 - 12:57 WIB
Panglimakoopsau Marsda TNI Henri Alfiandi memimpin pelaksanaan apel khusus halal bihalal Idul Fitri 1440 H di Lapangan Apel I Makoopsau II.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Segenap warga TNI Angkatan Udara dalam melaksanakan silaturahmi atau halal bihalal selepas lebaran, dilakukan dalam bentuk upacara apel khusus. Di Markas Koopsau II misalnya, Pangkoopsau II Marda TNI Henri Alfiandi memimpin pelaksanaan apel khusus di Lapangan Apel I Makoopsau II, Senin (10/6/2019). Diikuti Inspektur Koopsau II, para Asisten Kas Koopsau II, Para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Makoopsau II.

Sementara itu, di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, juga dilakukan kegiatan yang sama dipimpin langsung Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI H. Haris Haryanto, S.IP., diikuti seluruh pejabat beserta anggota Lanud Sultan Hasanuddin, Wing 5, Skadron Udara 11, Skadron Udara 5, Skadron Teknik 044, Satpomau, Rumah Sakit dr. Dody Sarjoto dan jajaran Wing II Paskhas.

Dalam momentum ini, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE, MM, dalam sambutannya dibacakan inspektur ucara menyampaikan, ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah kepada seluruh keluarga besar TNI Angkatan Udara yang beragama Islam, Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin, disertai doa dan harapan semoga puasa dan amal-amal ibadah selama bulan Ramadhan diterima Allah SWT.

Menurut Kasau, bagi umat Islam, hakikat Idul Fitri adalah kembali dalam kesucian. Kesucian tersebut bisa terwujud melalui dua tahapan. Pertama adalah dengan menjalankan ibadah puasa Ramadan, sebagai wujud loyalitas atas perintah Tuhan. Berikutnya adalah dengan merajut kembali tali silaturahmi dan saling maaf memaafkan, sebagai wujud integritas moral antar sesama, antar kawan seperjuangan, sebangsa dan setanah air.

“Maka esensi kesucian Idul Fitri  telah menyandingkan hubungan manusia dan Tuhan, serta hubungan antar manusia, dalam strata yang sama. Kesucian akhlak seorang muslim tidak akan terwujud dengan meninggalkan salah satunya. Menjaga persaudaraan dengan sesama adalah sama pentingnya dengan keteguhan keimanan kepada Tuhan. Untuk itu, marilah kita saling memaafkan dan mari kita rajut kembali tali persaudaraan, agar kita semua kembali dalam kesucian,” jelas Kasau.

Lebih Lanjut Kasau mengatakan, pada momen Peringatan Idul Fitri ini, dia mengingatkan kewaspadaan atas ancaman invasi teknologi yang dihasilkan oleh Revolusi Industri 4.0 terhadap TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai kepemimpinan TNI dan kepemimpinan keudaraan atau airmanship, kini ikut terpapar oleh komunikasi sistem jaringan dan dunia digital. Ketika kita semakin mudah mendapatkan informasi perkembangan global, regional, dan nasional, melalui beberapa sentuhan di layar digital, maka kita pun sering lupa makna kesalihan sosial yang sejati.

“Saya perlu ingatkan, agar media sosial jangan membuat para Panglima, para Komandan, dan seluruh personel TNI Angkatan Udara melupakan pola kepemimpinan dan komunikasi sosial yang seharusnya. Saya instruksikan agar para Panglima dan para Komandan tidak menjadi malas turun ke bawah serta malas check and recheck secara fisik karena terpapar media sosial. Para Panglima dan Komandan harus tetap hadir di tengah para anak buah. Para Panglima dan para Komandan juga harus terus berupaya merekatkan TNI Angkatan Udara secara fisik dan dengan kerja nyata bersama komponen bangsa lainnya. Kepemimpinan yang hebat dan luhur tidak akan terwujud karena kalian viral di media sosial. Kalian akan dihormati dan dikenang saat mampu memenangkan hati dan pikiran para anak-buah, melalui kehadiran fisik dan silaturahmi yang tulus, untuk bersama-sama membangun Angkatan Udara,” beber Kasau.

Setelah pelaksanaan Apel Khusus, dilanjutkan dengan acara tambahan yaitu salam-salaman dengan Pangkoopsau II, Danlanud, para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup TNI Angkatan Udara, untuk saling memaafkan antara satu dengan yang lainnya dari segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat selama ini. (lis)