Gunung Agung Erupsi, Warga Diminta Waspada

Senin, 10 Juni 2019 - 12:22 WIB

FAJAR.CO.ID, DENPASAR–Gunung Agung kembali mengalami erupsi siang bolong seperti yang terjadi sebelum hari raya Idulfitri beberapa hari lalu.

Berdasar data resmi yang dirilis dari Badan Geologi PVMBG KESDM di Pos Pengamatan Gunungapi Agung, erupsi terjadi pada Senin (10/6) pukul 12:12 Wita.

Erupsi terjadi dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 4.142 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 1 menit.

Judas Minta ASN Tak Tunda Pekerjaan

Saat ini, Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga). Dengan demikian, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki atau pengunjung agar tidak berada, dan tidak melakukan pendakian atau melakukan aktivitas apapun di zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang terbaru.

Pasca Libur Lebaran Malas Ngantor, Begini Cara Kembalikan Semangatnya

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder, berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan.

Jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Kepala BPBD Bali, I Made Rentin mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan.

Pihaknya juga tengah melakukan koordinasi dengan BPBD Karangasem dan juga Pasebaya Agung.

Soal Pencopotan Pejabat Eselon II, Nurdin Abdullah Ngaku Sembilan Bulan Bersabar

“Hasil pantauan lewat Radio Pasebaya, kegiatan masyarakat masih normal. Justru banyak yang menonton embusan asap yang keluar dari puncak Gunung Agung,” kata Rentin, Senin (10/6) siang.

Menurutnya, dari hasil pantauan sementara belum ada daerah atau desa yang melaporkan adanya paparan hujan abu.

“Sementara ini belum ada laporan ada desa yang terpapar hujan abu. Nanti akan kami infokan perkembangannya,” tandas Rentin. (jp)