PAN dan Demokrat Nyatakan Setia di Belakang Prabowo

Senin, 10 Juni 2019 - 14:20 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Partai Demokrat terus diisukan bakal merapat ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin, setelah pasangan nomor urut 01 itu ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Menanggapi kabar demikian, apa kata partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu?

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengatakan, partai berlogo Mercy itu sampai saat ini masih berada dalam koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, mereka menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan yang dilayangkan oleh BPN Prabowo-Sandi, untuk menentukan sikap politik ke depannya.

“Posisi partai politik koalisi pendukung paslon 02 menuntaskan perjuangan itu di MK. Mari kita ikuti dan lakoni bersama sampai selesai. Itulah esensinya berkoalisi dan PD setia berada di jalur itu,” ujar Hinca saat dihubungi, Senin (10/6).

Wabup Sidrap Tinjau Tanggul Jebol di Dea

Hinca mengibaratkan, pilpres laksana pertandingan sepak bola. Begitu peluit tanda selesai pertandingan ditiup, maka kedua kubu yang bertanding harus kembali berkawan.

“Sekeras apapun pertandingan, ketika waktu sudah berakhir dan pluit sudah ditiupkan tanda pertandingan berakhir bersalaman adalah kewajiban,” katanya.

Senada, Partai Amanat Nasional (PAN) juga menyatakan, tetap berada dalam koalisi Prabowo-Sandi. Mereka meminta publik tidak lagi meragukan sikap partai yang dinakhodai oleh Zulkifli Hasan ini.

Lutfie Natsir yang Dicopot Nurdin Abdullah, Pernah Lima Bulan Pjs Wali Kota Parepare

Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno mengatakan, partai berlogo matahari ini bakal menentukan sikap politiknya setelah berakhirnya sengketa pemilu di MK. Dia pun enggan berbicara mengenai kemungkinan bergabung ke Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jadi, PAN akan tentukan arah politik PAN ke depannya setelah selesai proses sengketa pemilu di MK‎,” ungkap Eddy Soeparno.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni juga menyambut baik apabila Demokrat dan PAN bergabung ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Sebab, TKN tidak ingin menjadi koalisi yang eksklusif.

Rehabilitasi Irigasi Turut Berperan Tingkatkan Produksi Padi 8,21 Juta Ton

“Selama memiliki niat baik mendukung pemerintahan Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf kami sangat welcome. Silakan kawan Demokrat atau PAN bergabung. Saya kira begitu garis politik yang diarahkan Pak Jokowi,” kata Antoni.

Hanya saja Antoni berharap, tidak ada politik dagang sapi ke depan ketika pembentukan kabinet. “Tapi benar-benar karena kami ingin Pak Jokowi meneruskan kepemimpinan di Indonesia. Hal ini mohon dimaklumi kawan-kawan yang ingin bergabung,” pungkasnya. (jp)