Pejabat PT IKI Halalbihalal Bersama Karyawan

Senin, 10 Juni 2019 - 13:02 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Setelah melaksanakan cuti bersama Idulfitri 2019, pimpinan dan karyawan/ti perusahaan plat merah, PT Industri Kapal Indonesia masuk kerja kembali, Senin, 10 Juni.

Mengawali kegiatan rutin perusahaan, dilakukan halalbihalal yang dihadiri Dirut PT IKI, Edy Widarto, Dirkeu, Suhan Ikhsan, Direktur Operasi, Ahril Abdullah bersama pejabat, serta para staf.

Nurdin Abdullah Beber Alasan Pecat Pejabat Eselon II

“Hari pertama masuk kerja kita awali dengan bismillah, saling maaf memaafkan melalui halalbihalal tahun ini. Semangat halalbihalal kita implementasikan dalam memperlancar pekerjaan, meningkatkan kualitas, dan kinerja perusahaan , tahun buku 2018 yang lalu memang kita masih untung tapi sangat kecil, untuk itu ke depan atau tahun ini, mari kita bersama-sama bekerja keras meningkatkan disiplin, mempertahankan tingkat kepercayaan dan meningkatkan pendapatan serta aset perusahaan,” kata Dirut, Edy Widarto.

Perlu disampaikan bahwa pemegang saham memberikan tugas sekaligus tantangan bagi IKI ke depan, dimana IKI rencana akan ditunjuk sebagai Induk Holding bersama dengan 8 BUMN lainnya yang saat ini masih dalam persiapan.

Apel Khusus Halal Bihalal di Makoopsau II serta Lanud Sultan Hasanuddin

“Mudah-mudahan IKI ke depan bisa lebih meningkat dan kinerjanya kuat dan sehat,” tambahnya.

Dalam ceramahnya, Ridwan Sese menyentil bahwa yang banyak rezekinya dan sukses adalah yang loyal. Lebih lanjut disampaikan bahwa kesuksesan dan kekuatan perusahaan dapat diukur dari 3 komponen dasar yaitu; menjadi penyayang dan utuh kepada sesama terutama kepada kerabat, tetangga apalagi sesama karyawan dan pimpinan perusahaan, semangat kasih sayang dalam membangun perusahaan perlu dikedepankan supaya hasilnya utuh dan menguntungkan.

Gubernur Sebut Ada “Duri dalam Daging”, Mulawarman: Yang Menebar Permusuhan Siapa?

“Yang kedua saling maaf memaafkan. Kita tabayyun atas semua informasi yang kita hadapi, hilangkan rasa dengki dan iri hati sesama karyawan dan pimpinan. Budaya saling memaafkan dan tabayyun adalah salah satu modal untuk mewujudkan perusahaan menjadi kuat dan sehat,” jelasnya. (rls/*)