Pelanggaran Pemilu Paling Banyak Dilapor dari Warga Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Bawaslu RI menerima ribuan temuan dan laporan pelanggaran selama delapan bulan masa kampanye Pemilu 2019. Kasus yang berasal dari laporan masyarakat terbanyak ada di Sulsel, 215 kasus.

Kemudian, Provinsi Jawa Timur menjadi daerah yang paling banyak ditemukan pelanggaran pemilu Timur, yakni ada 10.066 temuan. Di mana diketahui, selama ini Bawaslu menindaklanjuti kasus-kasus pelanggaran pemilu berdasar temuan sendiri dan laporan masyarakat. 

Secara total kasus yang sudah teregister oleh Bawaslu ada 15.052. Jumlah tersebut terdiri atas 1.581 kasus hasil laporan masyarakat dan 14.462 kasus hasil temuan Bawaslu. 

“Terbanyak merupakan pelanggaran administrasi. Yakni, 12.138 kasus,” kata Ketua Bawaslu RI, Abhan, baru-baru ini.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sulsel Azry Yusuf pun tak menampik hal itu. Ia mengaku, tingginya masyarakat melaporkan pelanggaran Pemilu 2019 menysusul meningkatnya kesadarannya kepengawasan partisipatif. “Jumlah temuan dari Bawaslu se Sulsel pun lebih banyak dari itu (laporan masyarakat). Mudah-mudahan ini juga menjadi indikator ekspektasi publik terhadap kinerja para pengawas pemilu,” katanya.

“Setidaknya masyarakat sudah mengetahui setiap persoalan yang muncul bisa disalurkan dengan cara-cara pada tempatnya, salah satunya yakni melaporkan setiap yang ditemukan,” tambahnya lagi. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...